Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 07:25 WIB
  • Off Road di Padang Pasir, Siapa Takut!

  • Oleh
    • Umi Kalsum
Off Road di Padang Pasir, Siapa Takut!
Photo :
  • VIVA.co.id/Umi Kalsum
Safari Gurun di Sharjah Dubai

VIVA.co.id – Bayangkan mobil berpenggerak roda empat (4WD) melaju dengan kecepatan tinggi, mendaki dan menukik di gurun pasir. Dan, Anda duduk di dalamnya. Perut seperti dikocok dan jantung mau copot, begitulah sensasi safari gurun.

Gumuk atau gundukan pasir yang terbentuk secara alamiah akibat hembusan angin menjadi modal ruler kota Dubai di Uni Emirat Arab menciptakan wisata alam liar ini, di luar wahana buatan spektakuler yang terserak di berbagai sudut kota.

Safari gurun dikemas khusus sejumlah operator wisata yang menawarkan beberapa kegiatan bagi para wisatawan yang doyan memantik andrenalin, atau sekadar menikmati sunset di tengah hamparan pasir.

Baru-baru ini VIVA.co.id yang diundang Dubai Tourims ditantang menjajal sangarnya aksi sands dunes di Gurun Sharjah. Gurun ini berada di luar kota Dubai. Secara geografis, Sharjah dan Dubai adalah dua kota di Uni Emirat Arab yang letaknya bersisian. Dari pusat kota Dubai menuju pinggiran kota Sharjah membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Kota ini juga menjadi pilihan tempat tinggal orang-orang yang bekerja di Dubai. Tidak heran ketika akhir pekan, jalan menuju Sharjah lumayan padat karena banyaknya pekerja yang kembali ke tempat tinggal mereka. Jarak tempuh pun molor hingga satu jam.

Safari Gurun di Sharjah Dubai

(Foto: VIVA.co.id/Umi Kalsum)

Di akhir pekan, Gurun Sharjah yang membentang di pinggir jalan utama cukup ramai. Dari pengunjung yang sekadar duduk-duduk di dalam mobil, hingga yang bersiap mengarungi lautan pasir. Sebelum menjejakkan ukiran ban di atas pasir Gurun Sharjah, pengemudi Toyota Land Cuiser yang kami tumpangi menghentikan kendaraan di pinggir jalan untuk mengurangi tekanan angin dalam ban. Ini penting agar mobil bisa bermanuver dengan lancar ketika naik turun gundukan pasir.

O ya, satu mobil maksimal hanya bisa diisi enam penumpang, termasuk pengemudi. Sebelum beraksi, penumpang akan diingatkan untuk menggunakan sabuk pengaman. Setelah persiapan dirasa cukup, gas mobil pun dipacu dengan kecepatan penuh. Di lahan yang tidak terdapat gumuk, sebagai pemanasan, pengemudi memacu kendaraan dengan gaya zig-zag. Ini masih belum membuat jantung berdebar.

Aksi menggila ketika bertemu gumuk. Saat naik tentu saja gas ditekan kuat-kuat. Namun saat menuruni gunung pasir, kecepatan gas pun tidak dikurangi. Bahkan mobil diajak meliuk-liuk di sisi gundukan seolah-olah hendak jatuh. Manuver ini dilakukan berulang kali tanpa memberi kesempatan kami bernafas.

Bagi yang tidak kuat, aksi selama 30 menit ini bisa membuat gemetar dan perut mual. Namun bagi penyuka olahraga alam bebas, off road di atas gundukan pasir sangat menyenangkan dan menantang.

Safari Gurun di Sharjah Dubai

(Foto: VIVA.co.id/Umi Kalsum)

Setelah sport jantung, kami diajak menuju penangkaran unta yang berlokasi di tengah padang pasir sebelum menuju camp. Selain ditempatkan dalam area berpagar, unta juga dibiarkan berkeliaran di sekitar penangkaran. Aksi sands dunes selesai? Belum. Rupanya peternakan unta ini hanya salah satu cara agar kami melemaskan otot.

Setelah sekitar 10 menit, kendaraan kembali dipacu. Kali ini menuju camp padang pasir di Gurun Dubai yang hanya terpisah jalan raya dari Sharjah. Medan di Gurun Sharjah dan Dubai sebetulnya tidak jauh berbeda. Gumuk terdapat di mana-mana, kendaraan pun kembali dipacu dan membuat andrenalin membuncah. Dalam perjalanan menuju camp yang memakan waktu sekitar 15 menit ini, kami disambut mentari yang tenggelam. Sunset di depan mata sungguh spektakuler sehingga mampu mengalihkan ketakutan kami menelusuri terjalnya gumuk.

Safari Gurun di Sharjah Dubai

(Foto: VIVA.co.id/Umi Kalsum)

Menjelang Maghrib tibalah kami di camp. Lokasi ini sengaja didesain menyerupai gubuk-gubuk suku baduy yang biasa tinggal di gurun. Untuk melepas lelah, pengunjung bisa menikmati pemandangan sekitar camp, naik unta, bermain ski dari atas gunung pasir, menikmati sisha, mengukir tangan dengan henna, atau menjajal atraksi elang.

Setelah menikmati santap malam, saat malam menjelang, pengunjung akan dihibur atraksi api, semacam debus kalau di Indonesia. Dilanjutkan atraksi tari sufi dan tari perut. Sungguh pengalaman tak terlupakan. (ren)