Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 10 Oktober 2017 | 10:59 WIB
  • Kampung Rio de Janiero ala Malang Dilengkapi Jembatan Kaca

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Lucky Aditya (Malang)
Kampung Rio de Janiero ala Malang Dilengkapi Jembatan Kaca
Photo :
  • VIVA.co.id/Lucky Aditya
Jembatan Kaca Ngalam Indonesia di Kampung Warna-warni Kota Malang, Jawa Timur.

VIVA.co.id - Kampung Warna-warni di Jalan Juanda, Jodipan, Kota Malang, Jawa Timur, dijuluki sebagai Rio de Janiero ala Indonesia. Dianggap menyerupai kawasan Kickstater, Rio de Janiero, Brasil. Kini Kampung Warna-warni punya jembatan kaca, pertama di Indonesia.

Jembatan setinggi 9,5 meter itu menghubungkan Kampung Warna-warni dengan Kampung Tiga Dimensi atau Kampung Tridi di Jalan Kesatrian, Blimbing, Kota Malang. Jembatan itu diresmikan Wali Kota Malang, Moch Anton, pada Senin, 9 Oktober 2017.

"Ini kita beri nama Jembatan Kaca Ngalam Indonesia. Ini semakin menjadikan Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi sebagai destinasi wisata di Kota Malang," kata Wali Kota Malang, Moch Anton.

Wali Kota mengatakan Jembatan Kaca bisa menjadi inspirasi nasional dan masyarakat dalam pembangunan daerah. kehadiran kampung tematik ditambah fasilitas jembatan kaca tidak hanya mendatangkan wisatawan. Namun juga menggerakkan roda ekonomi warga sekitar.

"Di luar jembatan kaca saya lihat produk usaha mikro kecil menengah di kedua kampung ini cukup bagus. Munculnya UMKM dan pelaku usaha ini harus terus dikembangkan," ujar Anton.

Sedangkan soal ide jembatan kaca, Anton menyebut ingin memudahkan wisatawan. Sebab, letak kedua kampung di bantaran Sungai Brantas itu dipisahkan aliran sungai. Maka wisatawan jika berkunjung ke Kampung Tridi atau ke Kampung Warna-warni harus memutar melalui jalan raya.

"Nah, banyaknya wisatawan ini mengganggu arus lalu lintas. Akhirnya kita bikin ide membuat jembatan khusus wisatawan," ujar Anton.

Jembatan Kaca Ngalam Indonesia dibangun dengan dana lebih Rp1 miliar, namun bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Malang, melainkan dana dana sosial perusahaan.