Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 10 Oktober 2017 | 15:17 WIB
  • Melihat Indahnya Kota di Perbatasan Indonesia-Filipina

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Agustinus Hari (Manado)
Melihat Indahnya Kota di Perbatasan Indonesia-Filipina
Photo :
  • VIVA.co.id/Agustinus Hari
Puncak Pusunge Sangihe, Sulawesi Utara

VIVA.co.id – Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, yang merupakan daerah berbatasan dengan Filipina, menyimpan sejumlah objek wisata yang indah. Dengan topografi berbukit-bukit dikelilingi ribuan pohon kelapa, cengkeh, dan pala serta dihiasi teluk di depannya, membuat Kota Tahuna, sebagai ibu kota kabupaten, mempunyai daya pikat tersendiri.

Ke tempat ini Anda bisa menggunakan transportasi udara dari Manado ke Bandar Udara Naha. Dari situ, membutuhkan sekitar 45 menit untuk mencapai Tahuna menggunakan kendaraan bermotor.

Nah, salah satu spot untuk menikmati keindahan Kota Tahuna adalah perbukitan jalur Naha. Karena pengunjung akan bisa melihat keindahan kota itu dari atas perbukitan.

“Itu adalah kota Tahuna. Dengan teluk dan dermaga yang menghiasinya,” ujar Fadly Tahulending, warga Kota Tahuna, menunjukkan kota Tahuna.

Ia mengungkapkan, banyak warga yang mengunjungi Tahuna akan berhenti sejenak di jalur transportasi darat itu untuk mengabadikan momen matahari pagi menyinari kota Tahuna.

Selain kawasan di jalur perjalanan itu, salah satu lokasi wisata yang paling banyak dikunjungi adalah Puncak Pusunge. Dari atas puncak bukit itu, pengunjung bisa melihat Kota Tahuna, serta pulau-pulau yang mengelilinginya.

Banyak orang ke lokasi itu untuk ber-swafoto. “Pulau-pulau ini mengelilingi kota Tahuna, dan menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Denni Piara, warga lainnya.
 
Jika ingin ke Sangihe, Anda bisa menggunakan kapal laut dengan mengeluarkan uang Rp200 ribu dalam perjalanan 8-9 jam dari Manado. Berangkat dari Pelabuhan Manado pukul 18.00 WITA akan tiba di Pelabuhan Tahuna pukul 04.00 WITA.

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Gaghana mengakui, pariwisata merupakan salah satu sektor yang kini tengah digenjot oleh pemerintahan yang ia pimpin. “Pariwisata dan perikanan, menjadi prioritas dalam pembangunan daerah Sangihe,” ujar Jabes saat ditemui di kediamannya di Tahuna, baru-baru ini.

Sebagai daerah kepulauan yang memiliki luas perairan laut cukup besar, sektor perikanan sudah tentu menjadi andalan Pemkab Kepulauan Sangihe. Ditunjang dengan keindahan alamnya yang memukau, bidang pariwisata juga menjadi prioritas pengembangan.

“Banyak sekali potensi wisata yang dimiliki daerah ini. mulai dari keindahan alam di laut, serta potensi seni dan budayanya,” kata Jabes.

Puncak Pusunge Sangihe, Sulawesi Utara

Bupati mengatakan, potensi wisata itu perlu dieksplorasi dan juga dipromosikan. Apalagi apa yang dimiliki Sangihe tidak kalah dengan wilayah lainnya di Indonesia seperti Bali.

“Ada beberapa spot diving yang lebih indah dari Bali. Untuk itu memang perlu dikembangkan dan dipromosikan,” kata dia.   

Sementara di daratan, lanjut dia, potensi budaya dan kesenian juga menjadi andalan sektor wisata. “Pembuatan dan pagelaran musik bambu menjadi salah satu kekayaan budaya sekaligus daya tarik wisata. Jangan lupa ke puncak Pusunge untuk melihat matahari terbenam,” ujar bupati.