Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 14 Oktober 2017 | 17:42 WIB
  • Bandara Dubai Hadirkan Akuarium Virtual untuk Deteksi Wajah

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Isra Berlian
Bandara Dubai Hadirkan Akuarium Virtual untuk Deteksi Wajah
Photo :
  • youtube
Terowongan detektor di Abu Dhabi

VIVA.co.id – Sudah umum dilakukan petugas bandara untuk melakukan pengecekan terhadap calon penumpang yang akan meninggalkan suatu tempat. Setiap orang akan diperiksa melalui pintu detektor satu persatu, sehingga harus melepas beberapa 'item' yang melekat seperti jam, ponsel hingga sabuk. 

Namun, hal itu tidak akan berlaku lagi di Dubai. Karena, negara ini telah mengganti tempat pemeriksaan keamanan dengan sebuah terowongan akuarium virtual.

Dilansir dari laman New York Post, nantinya terowongan itu akan memindai wajah mereka dengan menggunakan kamera tersembunyi.

Setidaknya akan ada sekitar 80 kamera akan menghiasi terowongan saat para penumpang berjalan sambil menikmati pemandangan ikan berwarna-warni.

"Ikan adalah semacam hiburan dan sesuatu yang baru bagi wisatawan. Tapi pada akhirnya, itu menarik penglihatan para pelancong ke berbagai sudut di terowongan agar kamera bisa menangkap mukanya," kata Mayor Gen Obaid Al Hameeri, seorang pejabat urusan luar negeri.

"Citra virtual berkualitas sangat tinggi ini memberikan simulasi akuarium kehidupan nyata," tambahnya.

Ketika berada di ujung terowongan, jika wisatawan yang sudah terdaftar, maka akan menerima pesan hijau yang mengatakan 'Semoga perjalanan Anda menyenangkan'. 

Jika seseorang masuk dalam daftar pencarian orang, di ujung terowongan itu akan ada tanda merah untuk dinterograsi.

Terowongan ini rencananya akan dipasang pada akhir musim panas tahun depan di Terminal 3 bandara Internasional Dubai dan akan diluncurkan di terminal lain pada tahun 2020.

Lebih dari 124 juta penumpang diperkirakan akan melewati semua bandara Dubai pada 2020 sehingga pihaknya harus menemukan cara untuk mengatasi lonjakan pengunjung bandara. Hingga saat ini, diketahui ada 80 juta penumpang yang telah menggunakan terowongan deteksi ini.