Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 15 Oktober 2017 | 12:39 WIB
  • Cantik Banget, Bunga Amarilis Bermekaran di Yogyakarta

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Cantik Banget, Bunga Amarilis Bermekaran di Yogyakarta
Photo :
  • VIVA.co.id/Daru Waskita
Bunga Amarilis di Gunungkidul

VIVA.co.id – Lahan seluas 5.000 meter persegi yang ditanami bunga amarilis di Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta saat ini sedang mekar secara bersamaan. Karenanya, kebun bunga tersebut terlihat sangat indah.

Bunga amarilis tersebut diketahui mekar serempak sejak empat hari lalu. Jika dilihat dari jalan Yogyakarta-Wonosari, saat ini pemandangan sangat menakjubkan.

"Mekarnya hampir bersamaan dan jumlah bunga amarilis jauh lebih banyak dari tahun lalu," kata pemilik lahan, Sukadi, Minggu, 15 Oktober 2017.

Sukadi mengaku senang karena penambahan lahan dari semula 2.300 meter persegi menjadi 5.000 meter persegi hasilnya sangat memuaskan. Situasi merekahnya bunga amarilis saat ini jauh lebih menarik ketimbang tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, supaya tetap terjaga keindahannya, Sukadi sudah menyiapkan spot foto untuk pengunjung.

“Tempat foto sederhana supaya pengunjung bisa foto tanpa harus merusak tanaman,” ucapnya.

Bunga Amarilis di Gunung Kidul

Untuk dapat menikmati pesona Puspa Patuk, demikian warga setempat menyebut nama lokal bunga amarilis tersebut, pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam.

“Cukup dengan membayar parkir. Penghasilan uang parkir itu pun bukan untuk saya, karena ada pengelola,” tuturnya.

Kepada pengunjung, Sukadi mengingatkan agar tetap menjaga ketertiban dan mencintai lingkungan. Dengan demikian keindahan musim bunga amarilis bisa dinikmati dengan menyenangkan.

“Bunga amarilis ini prediksi saya hanya mampu bertahan mekar satu minggu hingga dua minggu,” ujarnya.

Kepada wisatawan, dia juga menyediakan bibit bunga amarilis dijual dengan harga satu pot Rp3 ribu.

Sementara itu, Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi mengatakan, tren bunga amarilis langsung direspons cepat warga dengan membuat motif batik. Motif batik bunga amarilis, sudah mendapatkan hak paten.

“Dipasarkan dengan harga Rp125 ribu per lembar,” kata Haryo Ambar.

Kebun bunga amarilis ini pada 2015 sangat viral di media sosial karena digunakan untuk swafoto. Namun, tindakan swafoto di tengah kebun bunga itu justru merusak batang bunga, bahkan terinjak-injak akibat membeludaknya pengunjung. (art)