Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 16 Oktober 2017 | 11:42 WIB
  • Pariwisata Bakal Sumbang Devisa Terbesar di Masa Depan

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Andri Mardiansyah (Padang)
Pariwisata Bakal Sumbang Devisa Terbesar di Masa Depan
Photo :
  • ANTARA/Adi Lazuardi
Turis menikmati pemandangan laut di kawasan perairan sekitar pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/4).

VIVA.co.id – Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan, potensi devisa dari sektor pariwisata, diperkirakan mencapai angka Rp260 triliun. Sektor ini akan menjadi penghasil devisa terbesar bagi Indonesia di masa akan datang.

"Saat ini, prioritas kita menyiapkan atraksi, amenitas atau sarana dan prasarana, dan aksesibilitas. Terutama untuk 10 Bali Baru yang terhampar dari Danau Toba di Sumatera Utara hingga ke Morotai Maluku Utara," kata Arief, saat menghadiri kegiatan Regional Investment Forum, di Kota Padang, Senin 16 Oktober 2017.

Investasi, lanjut Arief, sangat diperlukan bagi sektor pariwisata karena hal tersebut,menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap pertumbuhan yang dicapai oleh sektor pariwisata. Juga dapat menjadi pengubah permainan di tengah persaingan negara-negara untuk menarik Wisatawan.

Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal, kata Arief, sektor pariwisata terus menunjukkan tren kenaikan yang sangat positif. Pada periode tahun 2013 saja, tercatat sudah mencapai US$602 juta atau berkontribusi sebesar 1,45 persen dari total investasi Nasional.

Bahkan, pada semester I tahun 2017, sudah mencapai US$929 juta atau 3,6 persen dari total investasi nasional. "Ini, artinya angka kontribusi yang dicapai bila dibandingkan dengan total investasi nasional, kenaikannya mencapai 1,5 kali lipat," ujarnya.

Diketahui, kegiatan Regional Investment Forum ini merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Presiden Joko Widodo dalam mengembangkan sektor kepariwisataan. Hingga tahun 2019 mendatang, Pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta per tahun. Serta, wisatawan nusantara 275 juta orang. Dari sektor ini, Pemerintah memperkirakan jumlah devisa yang dihasilkan mencapai Rp260 triliun.