Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:41 WIB
  • Raja Ampat Banyak Dibicarakan Warga Malaysia, Ada Apa?

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Bimo Aria
Raja Ampat Banyak Dibicarakan Warga Malaysia, Ada Apa?
Photo :
  • VIVAlife/Maya Sofia
Raja Ampat.

VIVA – Popularitas Raja Ampat, Papua, sebagai salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan mancanegara memang tidak diragukan lagi. Maka, tak heran jika destinasi ini sering menjadi topik pembicaraan hangat wisatawan mancanegara.

Hal ini terbukti dari hasil monitoring perusahaan media intelijen berbasis di Australia, Isentia terkait percakapan warga internet dari empat negara terhadap Raja Ampat. Keempat negara itu adalah Australia, Amerika Serikat, Inggris dan Malaysia. Pemantauan itu dilakukan mulai 1 Agustus hingga 16 Oktober 2017.

Dari keterangan pers yang diterima VIVA.co.id, Selasa, 24 Oktober 2017, General Country Manager Isentia Jakarta, Luciana Budiman, mengungkapkan bahwa warganet Malaysia lebih banyak membicarakan Raja Ampat dibanding tiga negara lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Isentia melalui teknologinya, pembicaraan mengenai Raja Ampat dari warganet Malaysia mendominasi hingga 53,85 persen atau 49 buzz diikuti dengan AS yang mencapai 38,46 persen (35 pembicaraan).

“Pembicaraan warganet Amerika tentang Raja Ampat berkisar tentang scuba, spot-spot cantik untuk berfoto, dan bahkan ada juga yang memberikan kuis tentang Indonesia yang dihubungkan dengan destinasi wisata ini,” ucap Luciana.

Raja Ampat dalam kurun waktu tersebut hanya tertangkap tiga pembicaraan dari warganet Inggris (3.3persen). Satu tingkat di atasnya adalah Australia yang menangkap empat pembicaraan atau 4,4 persen dari total buzz.

“Ini fenomena menarik mengingat Australia adalah negara yang cukup dekat secara geografis dengan Papua, namun ternyata mereka tidak terlalu banyak membicarakan Raja Ampat. Tentu ini bisa menjadi masukan bagi dinas pariwisata setempat dalam merumuskan strategi promosi,” imbuhnya.

Sumber Pembicaraan

Twitter sendiri merupakan media sosial yang paling banyak menjadi sumber pembicaraan tentang Raja Ampat selama periode tersebut, diikuti dengan halaman resmi Facebook untuk media-media global arus utama.
 
“Uniknya, sumber lain pembicaraan mengenai Raja Ampat ini juga berasal dari forum online yang tidak ada hubungannya dengan pariwisata, namun tentang produk teknologi yang menyelenggarakan kuis tentang Indonesia dan audience-nya menyebut Raja Ampat," kata Luciana

Hal ini menunjukkan bahwa sebuah merek, termasuk destinasi wisata, bisa diperbincangkan melalui medium apapun tanpa harus berhubungan dengan industrinya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat yang dirilis tahun 2016, jumlah wisatawan asing yang datang ke Raja Ampat sebanyak 70,44 persen berasal dari Asia, dari Eropa sebanyak 21,38 persen, Amerika dan Australia masing-masing 3,14 persen.

Selama periode 2011-2015, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tahun 2015, terdapat 14.190 wisatawan dengan komposisi 2.751 turis domestik dan 11.439 adalah wisatawan mancanegara. (ren)