Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 12:01 WIB
  • Wow, Diving di Kepulauan Seribu Bisa Ketemu Hiu Paus

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Isra Berlian
Wow, Diving di Kepulauan Seribu Bisa Ketemu Hiu Paus
Photo :
  • ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Hiu Paus (Whale Shark).

VIVA – Untuk urusan dunia bawah laut, reputasi wisata bahari Indonesia memang sudah terkenal di mata dunia. Perairan yang cukup hangat membuat banyaknya terumbu karang dan biota laut yang jarang ditemui di tempat lain hidup di bawah laut Indonesia.

Banyak spot diving atau menyelam terbaik yang dapat dikunjungi di Indonesia mulai dari Raja Ampat di Papua, Bunaken di Sulawesi Utara, Wakatobi di Sulawesi Utara, Derawan di Kalimantan hingga Labuan Bajo di Nusa Tenggara.

Nah, bagi kalian warga Jakarta yang ingin mencoba menyelam, tak perlu jauh-jauh datang ke beberapa tempat tersebut. Anda bisa mencoba menyelam perairan yang dekat dengan Jakarta dulu, seperti di Kepulauan Seribu Jakarta.

Salah satu pulau yang menjadi andalan wisatawan untuk melakukan aktivitas ini adalah Pulau Pramuka.

Lalu, kapan waktu terbaik dan tempat terbaik untuk menikmati sensasi menyelam yang mengasyikkan di sana?

"Memang yang paling bagus untuk menyelam di Kepulauan Seribu itu di bagian selatan (Pulau Pramuka). Karena memang perairan di bagian selatan. Kalau untuk mengunjungi pulau ini sih aku sarankan datang di bulan Mei hingga Juni karena memang perairannya lebih jernih," ucap Executive Director Divers Clean Action (DCA), Swietenia Puspa Lestari kepada VIVA.co.id di Putri Duyung Cottage Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2017.

Beberapa spot diving yang direkomendasikannya adalah ship wreck (bangkai kapal) Tabularasa. Kapal dengan panjang 26 meter dan lebar 6,25 meter ini sangat indah untuk disusuri. Sebab, di sini koral dan biota laut yang tumbuh di sekitar bangkai bisa dibilang masih cukup sehat.

Jika ingin melakukan penyelaman di sini, Anda juga harus memilih waktu yang tepat karena ini berkaitan dengan arus. Jika masih pagi, arusnya masih cukup kuat menerjang. Puncak arus terjadi saat siang hari, sekitar pukul 12.00 siang.

Selain kawasan itu, Anda pun bisa mencoba menyelam di Area Perlindungan Laut (APL). Karena di sana Anda akan menemukan banyak terumbu karang yang masih terjaga. Untuk melakukan penyelaman di sana memang memerlukan izin khusus.

Jika beruntung, Anda dapat menemukan whale shark alias hiu paus di sekitar Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Bidadari seperti yang dialami oleh Swietania.

"Sebenarnya selain bisa ketemu kepiting atau ikan-ikan, aku pernah ketemu whale shark, yang dulu aku cari ke Kalimantan tapi enggak ketemu. Whale shark itu bisa tiga sampai empat kali sitting di daerah Kepulauan Seribu," ucap wanita yang gemar diving sejam kelas 2 SD itu.