Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 10:37 WIB
  • Berselancar di Tengah Ombak Simeulue yang Terkenal

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Dani Randi (Banda Aceh)
Berselancar di Tengah Ombak Simeulue yang Terkenal
Photo :
  • VIVA.co.id/Dani Randi
Peselancar menjajal keganasan ombak di Pantai Matanurung, Kabupaten Simeulue.

VIVA – Pantai Matanurung di Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simeulue, Aceh, menyimpan pesona wisata bahari yang mengagumkan. Dikenal bukan hanya dari hasil lautnya berupa lobster, tempat ini menjadi idaman peselancar dunia. 

Tak heran jika pantai ini menjadi salah satu yang paling dicari wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berselancar.

Pantai Matanurung menjadi salah satu tempat wisata di Aceh karena karakter ombak lautnya yang berbatasan langsung dengan samudera lepas, hingga menghasilkan ombak bergulung panjang, yang sangat dicari para peselancar dunia.

“Pantai Matanurung dan Nancala itu yang paling dominan, kalau wisatawan mancanegara datang pasti ke situ untuk surfing,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Simeulue, Abdul Karim, saat meninjau lokasi Aceh Surfing International Championship di Pantai Matanurung, Rabu 25 Oktober 2017.

Untuk ketinggian ombak, kata dia, di Pantai Matanurung bisa mencapai empat meter. Ombak yang bagus untuk berselancar dari bulan Agustus hingga Desember. 

Ia menyebutkan, rata-rata wisatawan mancanegara yang datang berasal dari Australia, Finlandia, Amerika dan beberapa negara Eropa lainnya. 

“Pengunjung dari mancanegara tiap bulan selalu meningkat, rata-rata sekitar 40 orang wisman setiap bulan datang untuk berselancar,” ujarnya. 

Dari pengamatan VIVA.co.id di lokasi, sebagian bibir pantainya ditumbuhi karang yang sudah mati. Dari bibir pantai, jarak untuk menemukan ombak yang bagus sekitar 100 meter. 

Di sekitar pantai ini juga sudah ada resor milik warga setempat dan tempat penginapan. Selain Pantai Matanurung, Pulau Simeulue juga memiliki lokasi strategis lain untuk berselancar, yakni pantai Busung, Alus-alus, Salur, La’ayon, Pulau Batu Berlayar, Pulau Mincau, dan Pulau Teupah.

Bagi pengunjung yang tidak bisa berselancar juga bisa menikmati keindahan laut sambil snorkeling. Selain ombak dan keindahan laut, para peselancar dan pengunjung lainnya akan dimanjakan dengan panorama alam yang luar biasa di Pulau Simeulue.

Pulau Simeulue sendiri bukanlah pulau besar, melainkan pulau berukuran kecil. Meski begitu, akomodasi di Pulau Simeulue cukup lengkap, hampir di semua lokasi selancar terdapat penginapan atau bahkan resor.

Resort yang ada di Pantai Matanurung, Kabupaten Simeulue, Aceh

Transportasi menuju Pulau Simeulue

Untuk menuju ke Pulau Simeulue pengunjung bisa menggunakan jalur darat, laut dan udara. Jika menggunakan pesawat terbang, pengunjung bisa menuju ke Medan lalu ke Sinabang, ibu kota Simeulue selama satu jam 10 menit.

Sedangkan melalui jalur darat dan laut dari Kota Banda Aceh, pengunjung bisa melewati darat terlebih dulu ke Meulaboh dengan jarak tempuh empat jam. Lalu, naik kapal Feri dari Meulaboh ke Simeulue sekitar 12 jam. Alternatif lain, dari Aceh Selatan dengan jarak tempuh delapan jam ke Simeulue. 

Lalu, bila berangkat dari Kota Medan, pengunjung terlebih dulu ke Aceh Singkil dengan jarak tempuh delapan jam jalan darat. Lalu menaiki kapal feri dengan jarak tempuh 12 jam perjalanan laut.

Ketika sudah tiba di pelabuhan Fery Sinabang, Kabupaten Simeulue, jarak tempuh untuk menuju Pantai Matanurung hanya 30 menit. (one)