Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 19:29 WIB
  • Wisata Konservasi yang Bisa Dikunjungi di Kepulauan Seribu

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Bimo Aria
Wisata Konservasi yang Bisa Dikunjungi di Kepulauan Seribu
Photo :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria
Pulau Seribu

VIVA – Taman Nasional Kepulauan Seribu yang terletak dekat Ibu kota Jakarta, memang terkenal dengan wisata alam berupa gugusan pulau yang indah. Sebut saja hamparan pasir putih dan wisata bawah lautnya.

Sebagai Taman Nasional yang mempunyai fungsi konservasi, Kepulauan Seribu juga memiliki sejumlah ekowisata yang bisa dinikmati oleh para wisatawan. Tentunya destinasi ini juga memiliki ciri khas yang unik dan karakter tersendiri.

Evi Haerlina, Kepala Taman Nasional Kepulauan Seribu, saat ditemui VIVA.co.id, Kamis 25 Oktober 2017, di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, mengatakan keistimewaan taman nasional ini.

"Pertama karena ini taman nasional, pasti ada yang unik dan khas, ada satwa yang dilindungi, seperti penyu sisik itu salah satu jenis yang dilindungi," katanya.

Selain penyu sisik, hewan lain yang juga bisa ditemui di Taman Nasional Kepulauan Seribu ialah Penyu Hijau. Keduanya bisa ditemui di Pulau Harapan, salah satu gugusan pulau yang ada di Kepulauan Seribu.

"Jadi itu zona inti. Sekarang sudah mulai berkembang biak, jadi dari akhir sampai awal tahun nanti. Ada juga di Pulau Bira sepanjang tahun itu zona penyangganya," ungkap dia.

Karena termasuk satwa yang dilindungi, wisatawan yang mengunjunginya pun dibatasi. Hewan lain yang bisa ditemui ialah kima atau sejenis hewan berbadan lunak.

"Itu sekarang sudah agak langka, sekarang dominannya untuk penyu sisik. Kemudian terumbu karang di zona pemanfaatan ada di Pulau Kotok Besar," kata dia.

Evi melanjutkan, pengunjung juga bisa menikmati keindahan terumbu karang yang tersebar di 40 titik, yang 27 di antaranya dipastikan memiliki keindahan tersendiri.

"Kita sedang melakukan penghitungan daya dukung, misal mau liat terumbu karang berapa orang yang boleh masuk. Jadi tidak bisa sembarang, jadi hanya 1 jam hanya 10 orang, kami sedang hitung untuk 2018 sedang dibangun," kata dia.