Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:40 WIB
  • Mirip Hawaii, Erupsi Gunung Agung Potensial Gaet Wisatawan

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Rintan Puspitasari
Mirip Hawaii, Erupsi Gunung Agung Potensial Gaet Wisatawan
Photo :
  • Google Maps
Puncak Gunung Agung, Karangasem, Bali.

VIVA – "Beauty of Eruption," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berpendapat tentang keindahan letusan gunung api. Menurutnya, gunung berapi saat aktif bukan hal yang harus dijauhi, namun dinikmati keindahannya, karena tidak banyak negara yang memiliki gunung berapi aktif seperti Indonesia.

Sutopo bahkan mencontohkan Hawaii yang bisa sukses menggaet wisatawan dengan menjual gunung berapi saat sedang erupsi.

"Fenomena gunung meletus itu langka, apalagi orang yang tinggal di daerah yang tidak punya gunung api. Saat meletus ini kan fenomena alam yang langka," kata Sutopo saat ditemui usai jumpa pers di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, 26 Oktober 2017.

Diakui olehnya ide itu muncul saat banyak wisatawan asing berbondong datang ke Indonesia untuk menyaksikan langsung peristiwa langka gerhana matahari total pada tahun 2016 silam.

Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari meningkatnya status gunung berapi di Indonesia, karena semua gunung di Indonesia memiliki peta rawan bencana. Sutopo juga menegaskan bahwa masyarakat, atau wisatawan, baik lokal maupun mancanegara tetap bisa menikmati keindahan erupsi Gunung Agung selama berada di radius aman yang telah ditetapkan. Ada beberapa cara menikmati erupsi dengan aman.

"Tempat menikmati berlawanan arah mata angin kalau Gunung Agung meletus. Banyak tempat yang bisa dijadikan tempat melihat, dengan melihat arah angin, ke barat saat musim hujan dan timur saat kemarau, jadi kita bisa lihat dari sisi selatan, utara," jelasnya.

Pihak BNPB juga telah bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) di Bali untuk mempromosikan hal ini. Seperti diketahui sebelumnya, kerugian ekonomi di Bali hampir Rp2 triliun akibat meningkatnya status Gunung Agung. Dari sektor pariwisata sendiri kerugian mencapai Rp264 miliar.