Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 2 November 2017 | 17:40 WIB
  • Satu Desa Kecil di Swiss Diubah Menjadi Hotel Mewah

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
Satu Desa Kecil di Swiss Diubah Menjadi Hotel Mewah
Photo :
  • www.swissinfo.ch
Desa Corippo, Swiss

VIVA – Sebuah desa kecil yang indah di Swiss telah diubah menjadi sebuah hotel mewah besar untuk mencegah desa tersebut punah. Karena Desa Corippo yang terletak di lembah Verzasca di Ticino, Swiss, hanya ditinggali oleh 13 orang penduduk manula.

Padahal selama 600 tahun keberadaannya, desa ini memiliki populasi yang banyak. Desa ini pun sempat memiliki 300 populasi. Tapi mereka pergi kota-kota besar untuk mencari sekolah, pekerjaan atau kehidupan yang lebih layak sehingga menyisakan 13 orang dan 12 di antaranya adalah seorang pensiunan.

Melihat kenyataan tersebut, sebuah yayasan kemudian berusaha untuk menyelamatkan arsitektur bersejarah dan lorong-lorong yang berkelok-kelok di desa itu dari ancaman ditelantarkan. Yayasan 'Corippo 75' pun berencana mengubah desa yang terletak di dekat danau Locarno ini menjadi albergo diffuso atau 'hotel yang tersebar'.

Dikutip dari laman Nine, Kamis 2 November 2017, proyek ini akan menyaring esensi kehidupan desa yang bersejarah, dan melestarikan sebanyak mungkin tempat tinggal lama dan fasad kota. Dan setiap rustico atau rumah tradisional akan dinamai sesuai keluarga lama yang pernah memilikinya.

"Rumah-rumah tradisional dengan atap batu mereka tetap tidak berubah sejak awal abad ke-20 dan dikelilingi oleh pedesaan yang sebagian besar masih alami," kata Fabio Giacomazzi, seorang arsitek yang akan mengkonsep desa ini.

Lembah Verzasca di Ticino, Swiss

Jika semua berjalan sesuai rencana, pihaknya akan merenovasi sebuah pabrik tua, toko roti, dan ruang pengeringan kastanye. Giacomazzi juga berharap bisa membuat ladang gandum bertingkat dengan harapan Corippo akan memanggang roti sendiri, sama seperti dulu.

Rencana lainnya pihaknya pun akan menyediakan layanan antar jemput untuk membawa pengunjung ke halte bus terdekat, mengunjungi kawasan alam sekitar, mengunjungi museum dan kelas memasak.

Pihak yayasan pun berharap kamar pertama akan dibuka pada musim semi tahun 2018. Sepertinya ini akan menjadi tempat yang tepat untuk pelarian dari kehidupan abad ke-21. (mus)