Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 14:22 WIB
  • Jumlah Wisatawan Australia Ke Indonesia Meningkat 12%

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Bimo Aria
Jumlah Wisatawan Australia Ke Indonesia Meningkat 12%
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi bandara.

VIVA – Jumlah wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia meningkat sebesar 12 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan oleh Nina Sulistyowati, Direktur Marketing dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia, saat perpanjangan kerjasama Garuda Indonesia dan Tourism Australia, Jumat, 3 November 2017.

Nina juga menyebutkan, bahwa dalam periode September 2016 hingga Juni 2017, yang meningkatkan tingkat keterisian penumpang Garuda Indonesia pada regional market Australia hingga 521.142 penumpang.

Sementara untuk tahun 2016 sendiri, Garuda Indonesia telah berhasil mencatat lebih dari 263.399 penumpang dalam kurun waktu 10 bulan dengan menggunakan Garuda lndonesia.

"Semoga sinergi ini dapat terus mengoptimalkan tingkat keterisian penumpang, khususnya pada segmen market baru yang memiliki potensi market yang cukup menjanjikan ke depannya," ucap Nina saat ditemui di daerah Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 3 November 2017.

Nina juga melanjutkan, dengan berbagai potensi market yang ada, Australia menjadi salah satu pasar paling potensial bagi Garuda lndonesia. Kedekatan Indonesia dan Australia secara geografis membuat banyaknya pengguna jasa di antara kedua negara untuk berkunjung, baik untuk keperluan bisnis, wisata, pendidikan maupun kesehatan.

Sementara itu, Regional General Manager South and South East Asia Tourism Australia, Brent Anderson mengatakan bahwa jumlah wisatawan asal Indonesia ke Australia tumbuh 17 persen tahun ini. Menurutnya, hal ini tidak akan terjadi tanpa adanya kerja sama yang kuat antara Garuda Indonesia dan Tourism Australia.

"Kami senang dapat bekerja sama lagi dengan Garuda Indonesia, salah satu maskapai bintang lima dunia, untuk kembali membagikan apa yang Australia tawarkan untuk para wisatawan, ujar Brent.