Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 4 November 2017 | 07:15 WIB
  • Gunung Agung Erupsi, Bali Tetap Tempat Liburan Favorit

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Afra Augesti
Gunung Agung Erupsi, Bali Tetap Tempat Liburan Favorit
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Sejumlah wisatawan antre masuk ke kapal wisata di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, Selasa (10/10/2017).

VIVA – Status aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, telah diturunkan dari level tertinggi, awas, menjadi siaga, atau level III. Meski pernah ditetapkan statusnya sebagai awas, namun wisatawan masih terus berdatangan ke pulau yang dikenal sebagai Pulau Dewata ini.

Bali memang mempunyai segudang destinasi wisata menawan, selain kawasan Gunung Agung. Tak heran, jika Bali tetap jadi tempat liburan favorit, meskipun sempat tersiar kabar Gunung Agung akan meletus.

Hal tersebut diungkapkan oleh perusahaan internet penyedia jasa travel booking untuk destinasi lokal dan internasional, Traveloka.

Country Market Manager Traveloka, John Safenson menyatakan bahwa wisatawan mancanegara dan lokal masih banyak yang memilih berlibur ke wilayah-wilayah seperti Kuta, Legian, Seminyak, Nusa Dua, Sanur, Ubud, dan bahkan di daerah Bali Timur.

"Hotel yang ada di Traveloka itu kan bervariasi. Ada di Kuta, Legian, Seminyak, Nusa Dua, Sanur, Ubud, bahkan di daerah Lembongan, atau di daerah Bali Timur, termasuk Karangasem, Padangbai, Amed, Lovina. Jadi, secara keseluruhan Bali, merupakan favorit destination untuk seluruh customer," katanya kepada VIVA, Jumat 3 November 2017.

Walaupun begitu, John menambahkan, jumlah pelanggan Traveloka sempat mengalami penurunan setelah Gunung Agung erupsi. Terlebih, pascaditetapkannya status gunung menjadi awas. Menurutnya, angka penurunan ini disebabkan adanya rasa khawatir dari para pelanggan apabila destinasi wisata mereka terdampak erupsi.

"Hotel dan destinasi ke Bali, mengalami penurunan dan tentu saja itu karena ada rasa was-was dari customer, sehingga mereka mungkin menunggu sampai situasi di Gunung Agung kembali mereda. Cancellation pun kecil, karena kustomer masih percaya dan mereka mencari tahu sendiri informasinya, bagaimana keadaan dan situasi di Bali," ucap John.

Meski demikian, John enggan merinci seberapa besar jumlah penurunan pesanan di aplikasi Traveloka. Ia hanya menyebut, selama Gunung Agung erupsi, para pelancong masih berbondong-bondong menyerbu lokasi wisata primadona Bali di sekitar Kuta, Legian, dan Seminyak, karena lokasi-lokasi inilah yang ditetapkan relatif aman oleh pemerintah setempat.

"Jadi, sebenarnya, customer masih banyak yang datang ke Bali, tetapi yang di daerah-daerah Gunung Agung, customer berusaha menghindar. Kebetulan juga Pura Besakih ditutup. Itu (penurunan pesanan) dirasakan oleh semua stakeholder, jadi bukan hanya Traveloka saja," ujar John.

Bantu pengungsi Gunung Agung

Sebagai wujud komitmen untuk berkontribusi di wilayah destinasi wisata, Traveloka pun memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi yang ada di tujuh desa di Kabupaten Karangasem, Bali. Ketujuh desa itu ,antara lain Menanga, Belatung, Besakih, Tegenan, Batusesa, Abang, dan Seraya.

John mengatakan, bantuan kemanusiaan ini mencakup program penyembuhan trauma pascabencana, pangan, dan penyediaan dapur umum. Sedangkan nilai  bantuan yang diserahkan, yakni mencapai Rp226.100.000. Jumlah ini disalurkan melalui organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Tahap pertama kita berikan hari ini (Jumat, 3 November 2017) ke Megana, Belatung, Besakih, Tegenan, dan Batusesa. Sementara, bantuan tahap kedua akan diserahkan pada 11 November 2017 di Desa Abang dan Seraya," kata John.

Donasi tersebut merupakan hasil dari sumbangan yang dikumpulkan oleh segenap karyawan Traveloka dan inisiatif perusahaan. Traveloka mengalokasikan Rp500 dari setiap penjualan paket tiket pesawat dan hotel selama periode 24 hingga 28 Oktober 2017. (asp)