Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 5 November 2017 | 14:19 WIB
  • Nginap di Homestay Murah dengan Pemandangan Candi Prambanan

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Nginap di Homestay Murah dengan Pemandangan Candi Prambanan
Photo :
  • VIVA.co.id/Daru Waskita (Yogyakarta)
Homestay Dewi Shinta.

VIVA – Saat ini berbagai pilihan untuk menginap di homestay yang ada di Yogyakarta cukup beragam dengan harga yang terjangkau. Namun, menginap di homestay dengan latar belakang hamparan sawah yang menghijau serta Candi Prambanan, pilihannya hanya ada di homestay di Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Homestay yang ada di Desa Tamanmartani ini terletak di sisi barat Candi Prambanan yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari kawasan candi Hindu itu. Pemandangan akan semakin indah ketika malam saat Candi Prambanan diterangi dengan lampu sokle.

Menurut Kepala Desa Tamanmartani, Gandang Harjanah, gagasan didirikannya homestay itu berawal dari semangat ‘Yogya ora didol’ atau ‘Yogya tidak dijual’. Itu karena dengan pendirian hotel yang marak saat ini, masyarakat hanya jadi penonton, bahkan banyak yang jadi korban kesulitan air bersih karena air dalam tanah disedot oleh hotel.

"Sudah jadi korban dan miskin lagi," ucapnya di Yogyakarta, Minggu, 5 November 2017.

Di sisi lain, saat ini banyak kegiatan yang berlangsung di Candi Prambanan. Sementara tempat menginap yang layak, jaraknya cukup jauh.

"Ada sih hotel di sisi timur Candi Prambanan, namun hotel tidak layak untuk menginap tamu. Itu hotel kresek dan citranya sudah buruk," katanya menambahkan.

Ide mendirikan homestay ini pun didukung oleh Yayasan Damandiri yang bersedia menjembatani permodalan sehingga terbangunlah 12 homestay. Salah satunya dinamakan Dewi Shinta.

"Setiap homestay memiliki dua kamar sehingga total kamar sebanyak 24 kamar," ujarnya.

Homestay Dewi Shinta.

                                        (VIVA.co.id/Daru Waskita)

Untuk tarif sewa per kamar relatif terjangkau dari Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per malam. Namun, nantinya akan ada kesepakatan harga sewa, mengingat pemilik homestay juga harus memberi komisi bagi biro perjalanan yang mengarahkan wisatawan untuk menginap di homestay.

"Saya kira kita memberi servis bagi biro perjalanan yang memberi kita rezeki adalah sesuatu yang lumrah dan harus dilakukan jika ingin berkembang," ujarnya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Damandiri, Bob Hasan, mengatakan, alasan utama keterlibatan Yayasan Damandiri adalah untuk mengentaskan rakyat miskin.

"Saya pernah miskin dan rasanya tidak enak. Yayasan Damandiri mencoba untuk mengentaskan kemiskinan," katanya.

Selain homestay di kawasan Prambanan ini, Yayasan Damandiri juga menginisiasi homestay di Dusun Kemusuk, Deda Argomulyo, Kecamatan Sedayu Bantul, homestay di Selo Boyolali dan homestay di Nusa Tenggara Barat.

"Siapa yang mau dibantu kita akan turun," ujarnya.

Selain membantu permodalan homestay di Desa Tamanmartani, yayasan tersebut juga mendirikan warung koperasi yang dikelola masyarakat setempat.

"Pemilik homestay wajib memberikan 10 persen keuntungan kepada koperasi untuk dikelola dan bisa membantu rakyat miskin lainnya," ucapnya. (one)