Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 15:06 WIB
  • Keindahan Bukit Ngisis, yang Pernah Diduga Sarang Teroris

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
Keindahan Bukit Ngisis, yang Pernah Diduga Sarang Teroris
Photo :
  • VIVA.co.id/Isra Berlian
Bukit Ngisis di Desa Nglinggo, Yogyakarta

VIVA – Wisata Alam menjadi salah satu destinasi yang kini banyak menarik wisatawan millennial. Dengan berkunjung ke destinasi wisata yang berbau alam, membuat mereka bisa mendapatkan ketenangan dari rasa penat yang mendera. 

Jika kalian ingin merasakan ketenangan alam yang anti mainstream, cobalah berkunjung ke Bukit Ngisis yang berada di Desa Nglinggo. Beberapa waktu lalu, VIVA pun berkesempatan mengunjungi destinasi tersebut. 

Bukit ini pun sempat menuai kontroversi, sebab namanya. Istri pemilik homestay Rimbono, Lia Aprilia, bercerita kepada VIVA bahwa bukit yang dulunya bernama Isis, yang berarti silir atau sejuk ini, sempat didatangi para aparat Kepolisian, karena diduga sebagai tempat kumpulnya teroris. Sehingga, akhirnya pihak Kepolisian memberikan saran untuk memberikan tambahan 'Ng" pada awalannya menjadi "Ngisis". 

Wisatawan bisa menuju ke puncak bukit, yang berada di ketinggian 900-an meter di atas permukaan laut, untuk menikmati matahari terbit. Ke sana, tak perlu bangun terlalu pagi, Anda cukup berangkat pukul 04.30 WIB. Sebab, hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit, jika menggunakan jeep dari homestay Rimbono.

Anda dapat menikmati indahnya pemandangan bukit, gunung, dan alam Yogyakarta. Pihak pengelola pun menyebut, wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro, bahkan pemandangan puncak Borobodur meski hanya terlihat kecil. 

Tak hanya itu saja, Anda pun bisa mengabadikan beberapa foto di spot cantik yang berada di puncak bukit. Seperti spot mobil off road, yang tertancap di salah satu batu, hingga ujung jembatan kayu yang bisa menangkap latar alam tadi. 

Tak hanya itu, sambil menikmati matahari terbit, pengunjung pun bisa menikmati secangkir teh atau kopi asli desa ini di atas bukit. Ingat, ketika ke tempat ini gunakan pakaian yang cukup hangat, karena angin di sini cukup kencang. (asp)