Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 11 November 2017 | 11:57 WIB
  • Sambut Asian Games 2018, Palembang Siapkan Pasar Kreatif

  • Oleh
    • Beno Junianto,
    • Aji YK Putra (Palembang)
Sambut Asian Games 2018, Palembang Siapkan Pasar Kreatif
Photo :
  • VIVA.co.id/Aji YK Putra
Kain tenun Palembang

VIVA – Pelaksanaan Asian Games pada 2018 di Palembang, Sumatera Selatan banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual suvenir.

Dinas Pariwisata Pemerintah kota Palembang saat ini telah menyiapkan pasar kreatif yang dikhususkan untuk masyarakat.

Sekretaris Dinas Pariwisata kota Palembang Raymon mengatakan, para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini telah dibina untuk membuat pernak-pernik khas daerah.

"Nanti kami bina dulu, agar membuat cinderamata khas Palembang. Misalkan suvenir berbahan songket atau miniatur Ampera," kata Raymon, Sabtu, 11 November 2017.

Dia mengatakan, lokasi pasar kreatif tersebut nantinya diletakkan di beberapa titik yang menjadi tempat kunjungan para wisatawan mancanegara dan wisatawan dalam negeri, seperti kawasan Ampera, atau pasar 26 Ilir.

"Kami juga dapat bantuan CSR dari perusahaan untuk membuat booth suvenir. Tinggal kami kaji lokasinya saja," ujarnya.

Selain itu, untuk memudahkan para turis yang datang, Pemkot Palembang juga membuatkan website Tourism Service Center yang berisi tempat destinasi wisata di bumi Sriwijaya.

"Jadi, para turis bisa tahu lokasi mana saja wisata di Palembang. Sekarang untuk yang terbaru, kami sedang menggarap kampung mural dengan menggaet komunitas mural Palembang," katanya.

Sejauh ini, Palembang telah memiliki destinasi wisata baru. Seperti wisata religi Alquran Al-Akbar di kawasan Gandus, pedestrian di sepanjang jalan Sudirman, Tugu Ikan Belido, Benteng Kuto Besak, kampung Arab Almunawar dan Kampung Kapitan.
 
Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, untuk menyambut Asian Games 2018, seluruh masyarakat yang membuat usaha hingga PNS harus interaktif menggunakan bahasa Inggris. Sehingga, para turis yang datang tidak perlu bingung untuk menawar barang dagangan, ataupun berinteraksi dengan masyarakat.

"Kami buat kelas khusus dan umum untuk belajar bahasa Inggris. Jadi mulai dari masyarakat hingga penarik becak dan PNS bisa belajar bersama. Setidaknya pasif bahasa Inggris sudah cukup, sehingga tidak bingung walaupun tanpa guide," kata Harno. (ase)