Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 17:27 WIB
  • Jelajah Karimunjawa, Surga Wisata Tak Bikin Kantong Bolong

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Jelajah Karimunjawa, Surga Wisata Tak Bikin Kantong Bolong
Photo :
  • Viva.co.id/Dwi Royanto
Lokasi snoekeling di laut Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa

VIVA – Bicara eksotisme wisata selain Pulau Dewata Bali, tentu Pulau Karimunjawa jawabannya. Pernyataan itu sangatlah masuk akal, mengingat pulau di wilayah Kabupaten Jepara itu menyimpan segudang keindahan yang tak ada habisnya.

Seiring besarnya promosi wisata oleh Kementerian Pariwisata, Pulau Karimunjawa kini masuk dalam destinasi unggulan Provinsi Jawa Tengah. Wisata laut dengan gugusan pulau-pulau kecil di bibir pantai utara Jawa itu terus bersolek dan tak pernah sepi disambangi wisatawan dalam dan luar negeri.

Hanya saja, untuk menjelajah ke Pulau Karimunjawa memang membutuhkan waktu dan tenaga lebih. Selain belum maksimalnya transportasi, potensi Karimunjawa juga masih belum sepenuhnya tergarap dengan cukup elegan.

Selama dua hari VIVA berkesempatan mengeksplorasi pulau dengan kekayaan biota laut tersebut. Ada tiga pilihan akses transportasi menuju Karimunjawa, yakni dari pelabuhan Semarang, Kendal dan Jepara. Wisatawan bisa memilih dua jenis kapal sesuai dengan kondisi kantong masing-masing.

Bagi wisatawan yang berkantong cekak tak perlu khawatir. Dua jenis kapal disediakan yakni kapal besar dengan jarak tempuh lima jam serta kapal cepat dengan perjalanan selama dua jam dari Pelabuhan Kartini, Jepara. 

Agar cepat sampai di Karimunjawa, wisatawan disarankan menaiki kapal Ekspres Bahari dari Pelabuhan Kartini dengan harga tiket Rp150 ribu per orang. Sementara untuk perjalanan dengan membawa kendaraan dibutuhkan waktu tempuh lima jam dengan Kapal Siginjai seharga Rp60 ribu.

Perlu diingat, jadwal kapal cepat tidak berlayar setiap hari. Dari Pelabuhan Kartini, pelayaran dibuka pada Senin, Selasa, Jumat dan Sabtu. Dengan jadwal keberangkatan rata-rata pukul 09.00 WIB dan 10.00 WIB setiap harinya. 

Biasanya, pengunjung memakai jasa pemandu wisata atau guide seharga Rp500 ribu untuk mengeksplore beberapa destinasi dengan luas daratan 1.500 hektare berpenduduk 10.000 jiwa tersebut. Jasa guide ini akan membuat Anda bisa berwisata dengan aman dan nyaman. 

Menggunakan kapal ekspres biasanya pengunjung akan tiba di dermaga Karimunjawa sekitar pukul 11.00 WIB. Menginjakkan kaki di pulau ini Anda akan langsung dimanjakan dengan hamparan bukit-bukit nan hijau dengan pemandangan birunya pantai dengan angin yang cukup sejuk. 

Biasanya para penduduk asli Karimunjawa sudah terlihat di kawasan dermaga untuk menawarkan transportasi mobil atau motor menuju penginapan.  Harga sewa motor bervariasi antara Rp50 hingga Rp75 ribu tiap hari. Harga penginapan pun juga beragam antara Rp100-Rp450 ribu.

"Dengan kendaraan sewa ini pengunjung  dapat berkeliling pulau Karimunjawa sepuasnya. Kalau sudah pilih paket wisata biasanya sudah disiapkan transportasi dan jadwalnya, " kata Asri salah seorang tour guide Karimunjawa, Selasa, 14 November 2017.

Puluhan Pulau

Asri menyebut, jumlah pulau di Karimunjawa sendiri ada sekitar 27 pulau. Namun hanya lima pulau yang berpenghuni dengan total warga 10.000 orang. Mulai dari Pulau Nyamuk, Karimun, Kemujan, Parang dan Genting. Sementara sisanya pulau tersebut belum tergarap serta kosong.

Selama dua hari di Pulau Karimunjawa, biasanya paket wisata yang diambil cukup beragam. Mulaipaket wisata snorkeling dengan keindahan terumbu karang dan ikan nemo, spot swafoto dengan hiu dan sunrise di Pulau Menjangan Kecil, trekking mangrove di Pulau Kemujan, hingga menikmati keindahan bukit Love yang begitu romantis.

Selain puas berwisata, pengunjung tentu wajib mencicip aneka kuliner khas Karimunjawa dengan sejumlah kuliner ikan laut. Tak ketinggalan aneka oleh-oleh khas juga banyak dijual oleh penduduk sekitar, mulai dari kaos, kalung, gelang topi serta aksesori lainnya. Oleh-oleh paling legendaris tentu olahan tongkat kayu khas Karimunjawa, yakni Stigi, Dewandaru serta Kalimasada.