Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 16 November 2017 | 08:33 WIB
  • Di Masa Depan, Penumpang Bisa Yoga dan Bersepeda di Pesawat

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
Di Masa Depan, Penumpang Bisa Yoga dan Bersepeda di Pesawat
Photo :
Ilustrasi pesawat Airbus

VIVA – Melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang terkadang sering menyiksa terutama ketika menempuh penerbangan lebih dari lima jam. Beberapa hal yang sering terjadi adalah kaki hingga punggung yang terasa pegal. 

Tapi, sebentar lagi para penumpang pesawat akan bisa melakukan aktivitas lain selain duduk diam di bangku pesawat di atas ketinggian udara 39 ribu kaki. Penumpang nantinya bisa melakukan olah raga sepeda, yoga, dan anak-anak bisa bermain-main di atas pesawat.   

"Arsitektur kabin pesawat komersial telah berubah sangat sedikit sejak penerbangan komersial dimulai, karena kompleksitas sistem kabin, dan rekayasa struktural hiper-spesifik dengan alasan penghematan beban," kata perusahaan penerbangan Transpose, dalam sebuah pernyataan resminya. 

"Ketika disatukan, kedua faktor ini membuat desain interior pesawat baru cukup sulit dan menyita waktu, sekaligus menciptakan rintangan pengenalan pengalaman baru di pesawat terbang," kata Transpose, divisi independen raksasa Airbus A³, seperti dilansir Nine.

Transpose, dalam sebuah video yang dirilis, menunjukkan misi perusahaan untuk mengubah cara kabin pesawat diproduksi dan dimonetisasi. Transpose ingin membuat kabin modular, yakni pesawat dengan kabin yang bisa diganti sesuai dengan kebutuhan dalam waktu singkat. 

Dengan kata lain, selama penerbangan yang panjang, penumpang dapat mengunjungi klub kesehatan on-board, studio yoga, bar, restoran, dan area bermain anak-anak. Untuk mewujudkannya, para arsitek dan insinyur telah mulai melakukan pengujian tersebut, serta menciptakan tiruan skala penuh dari kabin A330, lengkap dengan sembilan modul di sebuah gudang di San Jose.

Belum ada informasi pasti kapan pesawat komersial itu akan terwujud. Namun, sepertinya para travellers harus membayar tiket pesawat lebih mahal sekitar 35 persen untuk bisa mendapatkan fasilitas tersebut.