Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 16 November 2017 | 10:01 WIB
  • AS dan Eropa, Destinasi Wisata Paling Berbahaya di Dunia

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
AS dan Eropa, Destinasi Wisata Paling Berbahaya di Dunia
Photo :
  • BusinessInsider
Kota London

VIVA – Faktor keamanan dan keselamatan menjadi salah satu pertimbangan utama seseorang dalam menentukan tempat berlibur. Tak jarang para travellers melakukan sedikit pencarian untuk mengetahui apakah tempat yang akan dikunjungi tersebut aman atau tidak.

Perusahaan jasa keamanan medis dan perjalanan terbesar di dunia, International SOS, menganalisis beberapa tempat di dunia untuk mengetahui daerah mana saja yang menjadi negara yang rawan untuk dikunjungi.

SOS melakukan survei terhadap para pemimpin perusahaan global dengan menanyakan apa
kekhawatiran terbesar mereka selama perjalanan, seperti risiko medis, keamanan dan keselamatan di seluruh dunia.

International SOS menyatakan Amerika Serikat dan Eropa menjadi daerah yang berisiko untuk dikunjungi. Disusul oleh Timur tengah, dan Asia Selatan. Dari data itu pun diketahui bahwa Australia dan New Zealand menjadi negara yang paling aman.

Dari survei tersebut, sebanyak 78 persen responden merasa bahwa perjalanan ke Amerika lebih berisiko dalam satu tahun terakhir. Sedangkan sebanyak 59 persen responden menganggap Eropa sebagai tempat terburuk dalam hal keselamatan perjalanan.

Uniknya, 50 persen dari responden menyatakan Afrika dan Timur Tengah dianggap lebih aman pada tahun lalu. 

James Wood, Direktur Keamanan dan Pengendalian Risiko International SOS, mengatakan kepada Express.co.uk, dalam beberapa tahun ini pihaknya melihat sejumlah destinasi  wisata populer diserang terorisme. 

"Peristiwa seperti serangan Paris dan Barcelona menunjukkan bahwa dibutuhkan persiapan dasar dan kewaspadaan terutama di area-area publik, yang menarik business travellers dan wisatawan," katanya.

Diutarakannya, para travellers perlu waspada terhadap ancaman keamanan perjalanan, bahkan saat bepergian ke destinasi liburan dan bisnis populer seperti London dan Madrid," ujarnya. (ase)