Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 16 November 2017 | 11:29 WIB
  • Misteri Kampung Wisata Taman Lele Semarang

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Misteri Kampung Wisata Taman Lele Semarang
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Kawasan Kampung Wisata Taman Lele Semarang

VIVA – Bicara salah satu destinasi wisata tertua di Kota Semarang tentu Kampung Wisata Taman Lele tempatnya. Destinasi di wilayah paling barat Semarang itu sangat kental dengan mitos dan legenda hidupnya ikan lele berkepala tanpa daging.

Mitos ikan lele misterius itu bahkan menjadi cerita yang dipercaya masyarakat sekitar secara turun temurun. Disebut Taman Lele karena destinasi wisata air seluas 2,5 hektare itu terdapat sebuah sendang yang dihuni kawanan ikan lele hingga kini. Sendang atau kolam keramat itu ditumbuhi dua pohon besar di kanan dan kirinya. 

"Banyak yang percaya di sendang Taman Lele masih kerap muncul ikan lele bertubuh duri tanpa daging," kata Kasdi, salah seorang pengelola Taman Lele kepada VIVA di Semarang, Kamis, 16 November 2017.

Kasdi menjelaskan, mitos tersebut tak lepas dari kepercayaan warga tentang kisah Nyai Tuk Sari yang merupakan penemu awal sendang Taman Lele. Konon, Nyai Tuk Sari hingga kini masih menunggu dan menjaga area sendang.

Sendang ini beberapa kali kerap menjadi lokasi komunitas supranatural untuk melakukan uji nyali. Kentalnya historis Taman Lele membuat lokasi wisata, yang ada sejak 1932 itu, digunakan berbagai kegiatan bersih-bersih sendang, dan ritual oleh masyarakat sekitar tiap malam Jumat Kliwon. 

"Ritual warga ini biasanya tiap Jumat Kliwon. Mereka warga dusun Puncak Sari dan Beji kecamatan Tugu, " katanya.

Banyak pula yang percaya bahwa mandi di sendang ini akan memperoleh berkah serta obat awet muda, dan mengobati beragam penyakit.

Taman Lele memiliki potensi besar menjadi wisata air yang menjanjikan di Kota Semarang. Selain berada di jalur utama Pantura Semarang-Kendal, kawasan ini juga memiliki tempat yang adem, dan sumber mata air jernih. Sehingga cocok untuk liburan keluarga. Lokasinya juga dekat dengan kebun binatang Mangkang.

Sejumlah wahana yang kini masih ada antara lain, taman bermain anak, kolam keceh bagi anak-anak, becak air, sendang air lele, gazebo dan tempat penginapan. 

"Akhir tahun ini mulai akan dijalankan pembangunan infrastruktur, penambahan wahana air, dan perawatan untuk mengembalikan pamor objek wisata yang selalu ramai pengunjung pada era 1990-an ini," kata Lilis Yaniarti, Kasubag Kampung Wisata Taman Lele.

Nah, tentu sangat disayangkan seandainya Taman Lele hilang sebagai objek wisata di Kota Semarang. Terlebih kentalnya sisi historis Taman Lele dari cerita rakyat Nyai Tuk Sari hingga mitos ikan lele tanpa daging yang sebenarnya patut dikembangkan.