Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 26 November 2017 | 11:41 WIB
  • Gunung Agung Meletus, Bali Aman!

  • Oleh
    • Beno Junianto,
    • Isra Berlian
Gunung Agung Meletus, Bali Aman!
Photo :
  • VIVA.co.id/ Bobby Andalan (Bali)
Gunung Agung kembali erupsi, Minggu, 26 Novembe 2017.

VIVA – Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali, dilaporkan kembali meletus pagi ini, pukul 05.05 WITA. Laporan yang diterima dari Pusat Vulkanologi dan Mitiigasi Bencana Geologi, letusan terpantau dalam periode pengamatan hari ini mulai dari pukul 00.00 hingga pukul 06.00 WITA. Pada pukul 05.45 WITA erupsi Gunung Agung teramati ketinggian 3.000 meter dari atas puncak.

Terkait hal tersebut, aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai terdapat sejumlah penerbangan, terutama yang menuju dan dari Australia mengalami pembatalan. Hal ini tidak lepas dengan aturan yang lebih ketat di negara tersebut, terkait dampak sebaran abu dari erupsi Gunung.

“Sejauh ini, belum terdeteksi partikel vulkanologi yang mengganggu penerbangan, artinya masih aman,” ungkap Communication & Legal Section Head Bandara Internasional Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, melalui siaran pers yang diterima VIVA, Minggu 26 November 2017.

Di sisi lain, Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono juga dari koordinasi dengan BMKG dan pihak PT Angkasa Pura I selaku operator Bandara I Gusti Ngurah Rai, dipastikan bahwa bandara tidak terkena dampak abu vulkanik. Demikian juga, dengan perlintasan udara yang dilayani AirNav di wilayah Bali, masih dalam kondisi normal.

PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, juga telah menyiagakan Pusat Operasional Darurat (Emergency Operation Center/EOC) mulai Selasa 21 November 2017 lalu. Keberadaannya adalah untuk mengoordinir seluruh kegiatan operasional bandara dalam, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terutama terkait aktivitas Gunung Agung.

Kementerian Pariwisata juga terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Agung itu melalui koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak. Terutama 3A-nya, Akses, Amenitas, dan Atraksinya.

Menpar Arief Yahya meminta Tim Bali Tourism Hospitality (istilah lain dari Tim Crisis Center) untuk selalu bersiaga 24 jam penuh. Berbagai skenario-pun telah disiapkan untuk memastikan aspek  keamanan dan kenyamanan wisatawan dapat terjamin.

“Kita tidak pernah berharap terjadi bencana, tetapi kita harus siap dengan semua skenarionya,” kata Arief.

Sementara itu, Ketua Tim Bali Tourism Hospitality yang juga Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA Gede Yiniarta Putra menyatakan, pihaknya menyiapkan berbagai skenario terkait aktivitas Gunung Agung, termasuk pendampingan dan pelayanan, jika memang terjadi bencana Gunung Agung, termasuk jika penerbangan di Bandara Ngurah Rai terganggu.

Hasil pantauan tim, aktivitas pariwisata di Bali malam ini berjalan normal dan tidak ada kesan kepanikan dan kekhawatiran yang berlebihan dari wisatawan.

“Kami siap untuk membantu wisatawan khususnya yang terdampak Gunung Agung, agar tetap menikmati aktivitas pariwisata di Bali secara aman dan nyaman,” jelas Yuniartha.

Untuk diketahui, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, saat ini kondisi Bali masih aman, meskipun kemarin sore Gunung Agung sempat mengeluarkan abu hitam. Masyarakat diimbau, agar tidak perlu panik dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

Sutopo mengatakan, pariwisata di Bali juga masih aman, selain di radius berbahaya di sekitar Gunung Agung yang ditetapkan PVMBG, yakni seluruh area di dalam radius enam kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Barat Daya sejauh 7,5 kilometer.

“Hingga saat ini, PVMBG masih terus menganalisis erupsinya. Tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan dan vulkanik, setelah erupsi hingga kini, status Gunung Agung tetap pada level III (Siaga), belum ada peningkatan status,” ujarnya.