Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 16:34 WIB
  • Gunung Agung Meletus, Okupansi Hotel di Bali Turun

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
Gunung Agung Meletus, Okupansi Hotel di Bali Turun
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Abu vulkanik menyembur dari kawah Gunung Agung, 27 November 2017.

VIVA – AirNav Indonesia telah menerbitkan Notice to Airmen (Notam) nomor A4242/17 untuk penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Langkah ini diambil akibat debu vulkanik Gunung Agung yang menyelimuti ruang udara bandara tersebut. 

Penutupan tersebut pun berdampak terhadap industri pariwisata di Bali, salah satunya pada industri hotel. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Kelembagaan, Perizinan, dan Legal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Rainer H. Daulay.  

Rainer, yang juga chief executive officer (CEO) Oasis Hotel Management, mengatakan, akibat Gunung Agung meletus, banyak wisatawan membatalkan menginap di Bali. Dia mengungkapkan, puluhan tamu batal menginap di jaringan hotelnya, yakni Rhadana Hotel dan Oasis Hotel, karena bencana alam ini.

"Untuk The Oasis Lagoon di Sanur hingga pukul 12.00 siang ini (tamu) batal menginap sudah ada 89 room night," ungkapnya saat ditemui di Le Meridien Jakarta, Senin 27 November 2017. 

Sementara itu, untuk Rhadana Kuta Bali sudah tercatat ada 39 kamar yang batal di-booking pada hari ini. 

Ia menyebut, jika dalam kondisi normal, okupansi di The Oasis Lagoon Sanur Bali bisa mencapai 80 persen, sedangkan okupansi untuk Rhadana Kuta Bali bisa mencapai 72 persen. 

"Jika normal, pada periode tertentu seperti tanggal 24 hingga 26 Desember itu Rhadana Kuta bisa sold out. Dengan ini pasti kata sold out itu copot. Yang paling berat, bandara tutup ya selesai. Kalau seandainya tutup stasiun kereta api atau pelabuhan kapal laut tidak terlalu berdampak besar," katanya. (art)