Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 14:57 WIB
  • Gubernur Bali Minta Tiga Hal Agar Wisatawan Nyaman

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
Gubernur Bali Minta Tiga Hal Agar Wisatawan Nyaman
Photo :
  • REUTERS/Johannes P. Christo
Abu vulkanik erupsi gunung Agung Bali

VIVA – Gunung Agung di Kabupaten Karangasen Bali, terus menunjukkan peningkatan aktivitasnya. Pemerintah melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menaikkan status dari siaga menjadi awas menyusul terjadinya erupsi pada Senin 28 November 2017 lalu. 

Made Mangku Pastika, langsung mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh pihak terkait industri pariwisata di Bali. Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas industri pariwisata yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Bali. Ini juga untuk menjaga nama Bali agar semakin simpatik di mata dunia. 

Terlebih, erupsi Gunung Agung dan penutupan bandara secara khusus berdampak secara psikologis bagi wisatawan, terutama yang berada di Bali, sehingga dapat menimbulkan kepanikan bagi wisatawan. 

"Dalam rangka menjaga citra kepariwisataan Bali yang merupakan tugas dan kewajiban kita, maka dibutuhkan kebersamaan semua pihak untuk meyakinkan para wisatawan bahwa mereka akan nyaman selama berada di Bali," ujar Pastika dalam keterangan resminya yang diterima VIVA, Selasa 29 November 2017. 

Dalam surat yang ditujukan pada para pengusaha sarana akomodasi pariwisata di Bali itu, Gubernur meminta tiga hal. 

Pertama, ia meminta para pengusaha untuk dapat menyampaikan informasi terkini mengenai perkembangan situasi dan operasional Bandara Ngurah Rai. Informasi yang disampaikan pun harus tepat dan bersumber dari pihak-pihak berwenang. 

Selanjutnya Gubernur meminta para pengusaha sarana akomodasi pariwisata untuk memberikan pembebasan biaya akomodasi untuk satu malam pada saat ditutupnya bandara. 

Seperti diketahui, saat berita ini dibuat, penutupan Bandar Udara Ngurah Rai kembali ditutup pada Selasa 28 November 2017 pukul 07.00 WITA hingga Rabu 29 November pukul 07.00 WITA. Hal tersebut pun membuat semua penerbangan ke bandara tersebut terdampak dengan jumlah estimasi penumpang mencapai 59.539. 

Selanjutnya poin ketiga, para pengusaha sarana akomodasi di Bali juga diminta memberikan harga terendah untuk kamar sesuai dengan kebijakan hotel masing-masing. Hal ini ditujukan bagi wisatawan yang ingin memperpanjang masa menginapnya. 

Dia pun berharap imbauan ini dapat ditindaklanjuti dengan baik oleh para penguasaha, termasuk asosiasi dan komunitas yang ada di Bali.