Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 18:04 WIB
  • Alasan Pintu Penumpang Pesawat di Sebelah Kiri

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Alika Noor
Alasan Pintu Penumpang Pesawat di Sebelah Kiri
Photo :
  • ANTARA/M Agung Rajasa
Pesawat Garuda Indonesia

VIVA – Pernahkah Anda berpikir mengapa pintu masuk dan keluar penumpang pesawat ada di sebelah kiri? Ternyata alasan penempatan akses tersebut tak lepas dari sejarah bahari yang melatarbelakanginya.

Dilansir dari Daily Mail, Senin, 4 Desember 2017, Andrew Stagg sebagai pilot maskapai penerbangan komersial meyakini hal itu didasarkan pada desain kapal, yang memiliki sisi kanan dan kiri.

“Kata yang sebelah kanan starboard berasal dari steerboard yang mengacu pada papan yang mirip dengan kemudi di sebelah kanan kapal. Jadi pesawat didesain dengan pintu yang lebih besar di sisi kiri agar penumpang bisa masuk dan keluar,” kata dia.

Dan karena penumpang datang dan melewati sisi kiri, masuk akal jika pilot juga duduk di sisi kiri, untuk melakukan manuver pesawat hingga mendarat. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa kapal memiliki pintu di sisi kiri yang digunakan untuk akses penumpang, karena bagian ini yang paling dekat dengan dermaga saat berlabuh.

Penjelasan lebih lanjut dari Otoritas Penerbangan Sipil, karena akses bahan bakar ke pesawat terbang komersial banyak dilakukan di sisi kanan pesawat terbang. "Pemisahan penumpang dari kegiatan servis darat mengurangi risiko cedera akibat kendaraan yang bergerak,” ujarnya.

Pilot komersial Tim Morgan juga menjelaskan bahwa karena tidak ada pergerakan penumpang di sebelah kanan, mesin pesawat dapat terus beroperasi sebagai sumber udara dan tenaga tanpa menimbulkan bahaya bagi penumpang.

Alasan kenyamanan penumpang juga menjadi dasar penempatan pintu masuk dan keluar di sebelah kiri. Di mana sisi kanan pesawat digunakan untuk menaikkan barang-barang ke bagasi, sekaligus makanan untuk para penumpang. Jika sisi kanan dan kiri pesawat sama-sama digunakan untuk akses penumpang, dikhawatirkan dapat menimbulkan ketidakteraturan.  (one)