Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Mei 2016 | 06:13 WIB
  • Mencari Solusi Berantas Terorisme di Perbatasan

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Rebecca Reifi Georgina
Mencari Solusi Berantas Terorisme di Perbatasan
Photo :
  • Dinas Penerangan Koarmatim
KRI Slamet Riyadi dalam sebuah aktivitasnya.
File Not Found

VIVA.co.id – Pertemuan tiga Menteri Luar Negeri dan Panglima Angkatan Bersenjata dari tiga Negara (trilateral), yaitu Indonesia, Filipina, dan Malaysia, memiliki makna khusus.

Sebab, pertemuan ini terjadi usai penyerahan 10 anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia (ABK WNI) dari tangan kelompok militan Abu Sayyaf ke Pemerintah Indonesia, melalui perantara Pemerintah Daerah Sulu dan Filipina.

Selain itu, pertemuan akan membahas situasi keamanan di kawasan sekitar. Sebagai inisiasi, Indonesia berusaha mencari jalan keluar yang terbaik buat negara dalam mengatasi berbagai ancaman yang ada, mengingat kawasan ini jalur penting untuk perdagangan sehingga demi kepentingan bersama tiga negara.

Menurut pengamat hubungan internasional, Emil Radiansyah, keterlibatan Malaysia dalam pertemuan ini lantaran memiliki sejumlah kaitan.

Pertama, warga negaranya yang berprofesi sebagai ABK juga ikut menjadi korban penculikan kelompok Abu Sayyaf, selain empat WNI. Kedua, wilayah penculikan empat WNI terjadi di perairan Malaysia.

Ketiga, ungkap Emil, Malaysia memiliki pengalaman pahit dengan kelompok militan yang berdiri pada 1991 itu. Seperti diketahui, pada 2000, kelompok Abu Sayyaf menculik 21 sandera, yang 10 di antaranya para wisatawan dari Eropa dan Timur Tengah, sedangkan 11 adalah pekerja resort Malaysia.

Semua sandera kemudian diselamatkan oleh pasukan keamanan Filipina di Jolo, Sulu. Kemudian, empat tahun berikutnya, dua warga Serawak dan seorang warga Indonesia diculik oleh kelompok berbasis Abu Sayyaf.

"Indonesia, Filipina, dan Malaysia sangat menyadari pentingnya penguatan kerja sama, khusus sektor maritim. Jadi, pertemuan besok (hari ini) menurut saya mencoba untuk saling berkoordinasi dan bekerja sama memberantas terorisme di perbatasan," ungkap Emil kepada VIVA.co.id, Rabu, 4 Mei 2016.

File Not Found
  • Pertemuan Jokowi-Najib Bahas Soal Tiga Hal
    Pertemuan Jokowi-Najib Bahas Soal Tiga Hal
  • Di Markas Abu Sayyaf Selalu Terdengar Orang Salat dan Ngaji
    Di Markas Abu Sayyaf Selalu Terdengar Orang Salat dan Ngaji
  • RI-Filipina Saling 'Lempar' Terima Kasih
    RI-Filipina Saling 'Lempar' Terima Kasih
  • RI Ingin Kerja Sama Ekonomi dengan Filipina Terus Meningkat
    RI Ingin Kerja Sama Ekonomi dengan Filipina Terus Meningkat
  • Tiga Sandera Non Muslim Abu Sayyaf Belajar Ngaji dan Salat
    Tiga Sandera Non Muslim Abu Sayyaf Belajar Ngaji dan Salat
  • Malaysia Jadi Pemimpin Delegasi pada Pertemuan Trilateral
    Malaysia Jadi Pemimpin Delegasi pada Pertemuan Trilateral