Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 24 Februari 2017 | 00:10 WIB
  • Menemukan Calon 'Rumah Baru' di Planet Antah Berantah

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Renne R.A Kawilarang
Menemukan Calon 'Rumah Baru' di Planet Antah Berantah
Photo :
  • NASA/Ames/JPL-Caltech/T. Pyle/Handout via Reuters
Planet baru yang diketahui oleh NASA
File Not Found

VIVA.co.id – Di tengah hiruk pikuk kondisi ekonomi dan politik dunia yang serba tak pasti, tim ilmuwan di Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan secercah harapan terkait rumah baru untuk seluruh umat manusia.

Para astronom itu baru-baru ini menemukan satu gugusan planet baru di luar tata surya kita (exoplanet). Gugusan exoplanet itu ditemukan melalui pengamatan teleskop, baik dari Bumi maupun teleskop luar angkasa.

Planet-planet itu mengitari bintang yang diberi nama TRAPPIST-1. Ini berkat pengamatan teleskop Spitzer, yang sudah berkelana selama 14 tahun sejak diluncurkan NASA. 

Bintang tersebut letaknya sekitar 40 tahun cahaya (378 triliun kilometer) dari Bumi. Lokasinya berada di gugus bintang Aquarius, masih satu galaksi dengan Bumi yang berada di gugus bintang Orion.

Yang unik dari gugusan planet itu adalah ditemukannya tanda-tanda kemiripan dengan Bumi. Artinya, ada kemungkinan bahwa beberapa dari planet tersebut bisa dihuni.

Dilansir dari laman resmi NASA, Kamis 23 Februari 2017, TRAPPIST-1 pertama kali ditemukan pada 2015 silam oleh Michael Gillon, astronom sekaligus kepala tim peneliti exoplanet dari Universitas Liege, Belgia.

Kala itu, Gilon menggunakan teleskop Transiting Planets and Planetesimals Small Telescope (TRAPPIST) yang berada di Observatorium La Shilla, Cile.

Dengan menggunakan tambahan teleskop luar angkasa Spitzer milik NASA yang mengorbit di sekitar Matahari, Gilon berhasil menemukan adanya tiga planet di tata surya tersebut.

Berkat sensor infra merah canggih yang ada pada Spitzer, para ilmuwan mengamati perubahan cahaya saat gugus planet mengorbit di TRAPPIST-1.

Dari perubahan cahaya itu, mereka bisa menentukan ukuran dan jarak masing-masing planet. Hasilnya, massa ketiga planet itu disebut tidak jauh berbeda ukurannya dengan Bumi.

Selanjutnya...benarkah layak untuk dihuni?

File Not Found