Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 25 Februari 2017 | 09:15 WIB
  • Asa PSSI Lewat Naturalisasi

  • Oleh
    • Radhitya Andriansyah
Asa PSSI Lewat Naturalisasi
Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Suasana saat pelantikan Pengurus PSSI Pusat
File Not Found

VIVA.co.id – Usaha Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk membangun Timnas Indonesia yang kompetitif terus digalakkan. Di bawah komando Ketua Umum (Ketum) baru, Letjen TNI Edy Rahmayadi, PSSI membuat beberapa terobosan terkait peningkatan mutu Skuat Garuda.

Usai sanksi FIFA yang membelit Indonesia selama kurang lebih satu setengah tahun, awan gelap sepakbola Indonesia mulai memudar. Kepengurusan PSSI periode 2016-2020 yang terbentuk di Kongres Tahunan PSSI 2016 Ancol, menghadirkan nama-nama baru yang siap bekerja keras untuk kembali membangun dunia sepakbola Indonesia.

Sektor utama yang jadi sasaran adalah kualitas Timnas Indonesia. Edy Rahmayadi beserta jajarannya begitu serius untuk membentuk tim yang kuat dan memiliki mental juara.

Tak main-main, pelatih sekaliber Luis Milla Aspas, didatangkan. Arsitek asal Spanyol ini dipercaya untuk meracik Timnas Indonesia, dengan segudang pengalamannya. Ya, Milla pernah membawa Timnas Spanyol U-21, menyabet gelat juara Piala Eropa U-21 2011.

Tak hanya itu, PSSI juga akan kembali menggulirkan proyek naturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia. Namun, ada yang berbeda dalam proses naturalisasi saat ini. Apa yang berbeda?

Realita Kontra Nasionalisme

Edy Rahmayadi sebelumnya memang sempat takkan menggulirkan kembali proses naturalisasi. Namun, dengan data yang dimiliki saat ini, PSSI tahu jika stok pemain berkualitas di Indonesia sangat kurang.

"Kita hanya punya 67 ribu pemain. Sehingga kita kekurangan pemain, dan itu membuat kita ke depannya mencari pemain naturalisasi dalam rangka memperkuat timnas di SEA Games dan Asian Games,"  ujar Edy.

"Kalau tidak cukup kualitasnya yang pemain lokal, kita akan cari orang Indonesia yang berada di luar, atau orang Indonesia yang separuh Indonesia separuh luar. Itu yang kita ambil," katanya.

Selain PSSI, pihak Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga memberikan dukungan penuh dalam proyek yang jadi prioritas PSSI ini. Pihak Kemenpora bahkan siap mendukung untuk memberikan data para pemain yang berkiprah di luar negeri, dan memberikan keputusan penuh kepada PSSI untuk memilihnya.

"Tentunya kami hanya mendukung PSSI. Nantinya, kita berikan datanya biar PSSI yang pilih. Jadi, ini hanya bantuan kami untuk pembinaan usia muda, bukannya mendukung untuk proyek naturalisasi," kata Gatot Dewa Broto, yang saat itu menjabat Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Kemenpora.

File Not Found