Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 Maret 2017 | 05:04 WIB
  • Prediksi Bencana Alam Bertambah Tuntut Respons Siaga

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Moh Nadlir
Prediksi Bencana Alam Bertambah Tuntut Respons Siaga
Photo :
  • ANTARA/Muhammad Arif Pribadi
Sejumlah anggota Basarnas Kota Padang, mengevakuasi korban longsor yang berada di dalam mobil pick up di daerah Koto Alam, Pangkalan, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (4/3).
File Not Found

VIVA.co.id – Memasuki bulan ketiga 2017, sejumlah wilayah Tanah Air, dilanda bencana. Banjir, tanah longsor, dan gempa patut menjadi perhatian. Terakhir, merujuk laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi diprediksi pada tahun ini, bencana alam akan jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Pada awal tahun ini, dicatat sudah 695 kasus bencana alam yang terjadi di Indonesia. Dalam pekan ini, yang masih terdampak adalah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Bencana tersebut, sedikitnya sudah merenggut enam nyawa. Selain itu, banjir juga merendam 3.774 rumah penduduk, 1.039 hektare sawah, dan 45 hektare ladang dan kebun warga juga mengalami rusak parah.

Tak hanya itu, 166 gardu listrik diidentifikasi rusak akibat terjangan banjir.

Banjir dan longsor yang terjadi di wilayah tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang berlangsung sejak Selasa lalu, 2 Maret 2017. Air menggenangi setidaknya 12 kecamatan di Wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.
 
“Titik tertinggi dan terparah 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan akibat meluapnya sungai Maek,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers.

Bencana pada tahun ini diprediksi BNPB, akan jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, lantaran baru pada awal bulan ketiga, jumlah musibah alam itu sudah mendekati angka 700 kasus.

Dari 695 bencana yang dicatat BNPB, ada 245 kasus banjir, 12 kasus banjir sekaligus tanah longsor, 215 kejadian angin puting beliung dan 214 kejadian tanah longsor.

Sementara itu. total korban yang meninggal dunia adalah 81 orang dengan rincian 32 orang tewas akibat banjir, empat orang akibat banjir dan longsor, 11 orang akibat bencana puting beliung, 17 orang tewas akibat tanah longsor dan 11 orang meninggal akibat kecelakaan transportasi terkait bencana.

Sebenarnya tahun lalu, jumlah bencana di Indonesia juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut BNPB, ada kenaikan intensitas bencana hingga 35 persen. Dicatat,  sepanjang 2016, terjadi 2.342 bencana alam di Indonesia, yang mana 92 persen di antaranya adalah bencana yang terkait dengan hidrometeorologi dengan dominasi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Pada 2016, diketahui ada 766 bencana banjir, 612 bencana longsor, 522 kasus puting beliung, 74 bencana longsor, 178 kebakaran hutan dan lahan, 13 kasus gempa bumi, tujuh bencana gunung meletus dan 23 kejadian akibat gelombang pasang dan abrasi. Dampaknya, hingga 522 orang diketahui meninggal dunia dengan kerusakan hingga 10 ribu rumah yang mengalami rusak berat.

Berikutnya, tanggap darurat>>>

File Not Found