Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 Maret 2017 | 07:47 WIB
  • Hyperloop Terlalu Canggih untuk Indonesia

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Chandra G. Asmara,
    • Fikri Halim,
    • Mohammad Yudha Prasetya,
    • Rintan Puspitasari
Hyperloop Terlalu Canggih untuk Indonesia
Photo :
  • www.hyperloop-one.com
Hyperloop One
File Not Found

VIVA.co.id – Indonesia sedang gencar membangun sistem transportasi massal. Pembangunan sistem transportasi ini sudah menjadi kebutuhan seiring dengan problem padatnya lalu lintas dan kemacetan. 

Saat ini ada beberapa transportasi massal yang sedang digarap di Tanah Air. Pertama, Mass Rapid Transit yang dibangun di DKI Jakarta, lainnya Light Rail Transit dibangun di Jakarta, Bandung, dan Palembang. Kemudian pemerintah juga gencar untuk mewujudkan kereta cepat Jakarta-Bandung. Semua bertujuan mewujudkan transportasi massal yang cepat dari transportasi darat selama ini. 

Ragam sistem transportasi massal itu bisa kian bertambah dengan masuknya perusahaan transportasi masa depan asal Amerika Serikat, Hyperloop Transportation Technologies (HTT). 

HTT menaksir sektor transportasi Tanah Air. Perusahaan itu datang dengan penawaran sistem yang berbeda dengan nama Hyperloop.

Transportasi Hyperloop memang beda dengan sistem transportasi massal pada umumnya. Bentuknya serupa tabung atau kapsul yang bisa mengangkut hingga 40 orang dalam satu tabung. Hyperloop mampu memindahkan penumpang dan mungkin juga barang nanti ke depannya dalam waktu singkat. Teknologi ini digadang-gadang sebagai transportasi tercanggih yang pernah ada. 

HTT datang dengan penawaran kecepatan Hyperloop yang bisa melesat cepat, 1200-1300 kilometer per jam. 

Jika Hyperloop terwujud memang fantastis. Dengan kecepatan tersebut, maka untuk menempuh jarak dari ujung barat Pulau Jawa sampai ujung timur Pulau Jawa hanya butuh waktu satu jam lebih beberapa menit. Sebab jalur Pantura tercatat 1316 kilometer. 

HTT menawarkan dengan kecepatan tersebut, maka jarak tempuh Jakarta ke Yogyakarta diklaim bisa dicapai dalam 25 menit. Jika terwujud, tentu itu menjadi idaman bagi mobilitas pengguna moda transportasi di Indonesia. 

"Hyperloop itu bisa mengangkut 28 orang dalam satu kapsul, setiap 40 detik. Bisa juga mengangkut 40 orang dalam kapsul. Kamu jadi bisa bawa 3.000 orang dalam satu jam, 60.000 orang dalam sehari, 24 juta orang dalam setahun," kata Chariman dan Chief Officer HTT Bibop G. Gresta di Senayan, Jakarta, Rabu 8 Maret 2017. 

File Not Found