Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 17 Maret 2017 | 05:56 WIB
  • Ketika Pertamina Dipimpin Mantan Bos Perkebunan

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Chandra G. Asmara,
    • Fikri Halim
Ketika Pertamina Dipimpin Mantan Bos Perkebunan
Photo :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim
Dirut PT Pertamina, Elia Massa Manik
File Not Found

VIVA.co.id – Pucuk pimpinan PT Pertamina, kini telah terisi. Presiden Joko Widodo menyerahkan amanatnya untuk mengelola perusahaan pelat merah di bidang minyak dan gas bumi tersebut kepada Elia Massa Manik. 

Siapa sebenarnya Elia? Dirangkum VIVA.co.id, dari berbagai sumber, dia diketahui memulai kariernya di PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan kemudian bergabung dengan Suez Grup pada 2001. Dia juga sempat bergabung dengan PT Kiani Kertas dan PT Jababeka Tbk.

Tidak hanya itu, Elia juga pernah menjadi CEO PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia. Namun, kariernya cemerlang sejak bergabung di PT Elnusa sebagai presiden direktur pada 2011 hingga 2014. Di anak usaha Pertamina itu, dia disebut-sebut berhasil menyehatkan perusahaan jasa migas itu.

Sebelum ditunjuk Jokowi menjadi Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Elia menjabat sebagai Dirut PTPN III yang kini menjadi Holding, atau induk dari 14 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perkebunan. Ia juga disebut-sebut berhasil merestrukturisasi perusahaan di sektor perkebunan tersebut.

Elia diangkat menjadi dirut melalu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina, yang akhirnya digelar pada Kamis 16 Maret 2017, setelah hampir dua bulan kursi dirut ditempati oleh pelaksana tugas Yenni Andayani menggantikan dirut sebelumnya Dwi Soetjipto . Rapat itu menghasilkan surat keputusan Nonor SK-52/MBU/03/2017 tentang Pengangkatan Anggota Direksi PT Pertamina. 

Mengapa Elia?

Sebagai perusahaan besar, secara teknis Pertamina memiliki kemampuan dan kapasitas yang tidak diragukan lagi untuk menjadi yang terdepan di bidangnya. Namun, juga diperlukan manajemen yang solid untuk mewujudkan hal tersebut. 

Seperti diketahui, dasar pemerintah memutuskan  merombak pucuk pimpinan Pertamina, karena diduga ada dualisme kepemimpinan, atau ‘matahari kembar’ antara Dwi Soetjipto yang kala itu menjabat dirut dengan Ahmad Bambang sebagai wakil dirut. 

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan, dari kandidat yang ada, Elia dinilai paling bisa dipercaya. Terutama, dalam dalam menjaga soliditas sebagai perusahaan energi nasional tersebut. 

Terlebih lagi, Elia terbukti mampu memiliki segudang pengalaman membenahi manajemen perusahaan dan memimpin holding perusahaan perkebunan yang terdiri dari 14 perusahaan, sehingga menjadi sehat dari sisi bisnis. 

Gatot menjabarkan, selama kurun waktu 2016 hingga Maret 2017, Holding Perkebunan telah melaksanakan berbagai langkah pembenahan, baik dari aspek operasional, finansial dan teknologi. 

"Hingga sumber daya manusia, untuk meningkatkan kinerja perusahaan," tutur Gatot di kantor Kementerian BUMN, Kamis 16 MAret 2017. 

Pembenahan yang dilakukan manajemen Holding Perkebunan Nusantara itu, sambung dia, telah mengembalikan kepercayaan lembaga perbankan dan hal itu menjadi modal yang baik untuk terus meningkatkan kinerja seluruh anak usaha.

Sebelumnya, di Elnusa sebagai President and CEO pada Juli 2011 hingga Mei 2014, Elia pun dinilai berhasil melakukan restrukturisasi perusahaan. Anak usaha Pertamina di bidang jasa migas tersebut, akhirnya mampu mencetak laba dan meningkatkan kapitalisasi pasar dari sebelumnya dalam kondisi merugi. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan hal senada. Elia, menurutnya, memiliki pendekatan lain dalam membuat suatu perusahaan untuk maju. Pendekatan itu yang tidak dimiliki oleh kandidat lainnya. 

"Dia ahli dalam bidang restrukturisasi dan tegas, saya kira punya hati. Kita lihat saja, nanti hasilnya," ujar Luhut di kantornya, Kamis 16 Maret 2017.

Berikutnya, tamparan untuk Pertamina>>>

File Not Found