Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 Maret 2017 | 06:30 WIB
  • Orang Pendek, Dibiarkan Jadi Misteri atau Diburu?

  • Oleh
    • Harry Siswoyo
Orang Pendek, Dibiarkan Jadi Misteri atau Diburu?
Photo :
  • VIVA.co.id/youtube
Potongan video yang menampilkan sosok Orang Pendek tak berbaju membawa kayu yang mengejutkan pengendara motor trail di hutan Aceh
File Not Found

VIVA.co.id – Di Sumatera, mitos soal Orang Pendek atau kelompok manusia yang berdiam di hutan sesungguhnya bukan cerita baru. Cerita itu sudah mengalir turun temurun dan bertahan hingga kini.

Keberadaan Orang Pendek itu tak pernah terbuktikan lewat foto, video atau pun suara. Namun, banyak warga setempat tetap percaya.

Orang Pendek dianggap sebagai sosok imajiner sekaligus nyata dan menjadi salah satu alasan agar orang mau tidak semena-mena terhadap hutan dan alamnya, sebab ada kelompok lain yang juga menempatinya.

Atas itu, mahfum bila cukup sulit menelusuri kebenaran soal kelompok manusia di dalam hutan itu. Mereka cuma terekonstruksi dari cerita dan kesaksian warga yang umumnya juga karena ketidaksengajaan bertemu.

Selain itu, karena orang Indonesia selalu erat dengan hal takhayul, mistik dan mahkluk gaib, sehingga semakin membuat benar tidaknya Orang Pendek itu ada menjadi abu-abu.

Bukti Keberadaan

Meski begitu, terlepas dari mitos takhayul orang Sumatera, kesaksian tertulis yang pernah tercatat bahwa ada Orang Pendek ini pernah dilaporkan oleh ahli asal Belanda pada tahun 1923, Van Heerrwarden.

Dalam laporannya (1924), Reported Find of Missing Link Will Be Probed, menuliskan bahwa ia melihat sosok mahkluk aneh dengan tinggi badan 150 sentimeter, berdiri tegak di kedua kakinya, dan berbulu.

Dilaporkan Heerwarden, mahkluk itu memiliki persenjataan berbentuk tombak dan memiliki kemampuan lari yang cepat. Ketika itu, disebutkan juga bahwa Herrwarden sangat penasaran dengan mahkluk itu.

Pencarian pun dilakukan. Namun sia-sia. Mahkluk yang kemudian disebut warga sebagai Orang Pendek itu tak pernah terdokumentasikan. Termasuk juga oleh sejumlah kesaksian orang asing lain yang pernah hadir di Sumatera.

Hingga beberapa dekade kemudian, isu tentang Orang Pendek itu coba dibuktikan oleh peneliti Inggris Derby Martyr. Lewat ekspedisi Orang Pendek Project, perempuan ini mencoba menelusur hutan Sumatera di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, dimulai tahun 1993.

Dan hasilnya cukup mengejutkan. Meski tak memiliki objek foto nyata bagaimana sosok Orang Pendk itu, namun tim proyek berhasil mengumpulkan sejumlah bukti seperti jejak, bentuk permukiman, rambut hingga feses (kotoran).

Jejak Orang Pendek

FOTO: Jejak Orang Pendek yang pernah didokumentasikan oleh tim peneliti dari Orang Pendek Project pada tahun 2011/VIVA.co.id/Extreme Expedition Doc

Dipastikan bahwa memang ada Orang Pendek di Sumatera, ia berjalan tegak, berbulu kemerahan atau keemasan, dan tidak bergelantungan di pohon seperti kera atau orangutan.

"Awalnya saya beranggapan itu mitos. Namun setelah melihat, saya yakin ini bukan mitos," kata Debby.

Baca Juga:

“Orang Pendek” Sumatera: Manusia atau Kera?

“Saya Dua Kali Melihat Orang Pendek”

Ya, Orang Pendek memang ada di Sumatera. Namun apakah ini manusia atau hewan hingga kini tak bisa definisikan. Sosoknya yang sangat sulit dideteksi, menjadi misteri tak terpecahkan hingga kini di hutan Sumatera.

Sekaligus menjadi cerita penunggu hutan yang ada di Sumatera. Meski dengan penyebutan berbeda seperti, Ughang Pandak, Gugu, Mante, Cigau, Bunian, Orang Letjo, Atoe Rimbo, atau Sedabo.

Faktanya Orang Pendek memang ada secara fisik dan memang hidup di hutan Sumatera. Yang jelas, meski penamaannya menggunakan kata Orang, belum tentu bahwa ia adalah manusia dan juga belum bisa dipastikan bahwa itu hewan. Lagian juga, penelitian soal ini juga kini meredup dan tak lagi dilakukan.

Selanjutnya...Biarkan Jadi Misteri

File Not Found