Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 6 April 2017 | 06:03 WIB
  • Tuduhan Salah Alamat Trump ke Indonesia

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Chandra G. Asmara,
    • Shintaloka Pradita Sicca,
    • Dinia Adrianjara,
    • Afra Augesti
Tuduhan Salah Alamat Trump ke Indonesia
Photo :
  • REUTERS/David Becker/Files
Presiden AS Donald John Trump.
File Not Found

VIVA.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepertinya tidak bisa jauh dari kebijakan yang kontroversional. Kali ini, Indonesia dan 15 negara mitra dagang AS lainnya masuk 'daftar khusus' yang dituding Trump bertanggung jawab atas meningkatnya defisit neraca perdagangan negeri Paman Sam tersebut.  

Presiden Trump menuding 16 negara termasuk Indonesia telah membuat rugi perdagangan AS mencapai US$50 miliar atau setara Rp666,4 triliun pada 2016. Atas peristiwa tersebut, Trump kemudian mengeluarkan dua perintah eksekutif (executive order) untuk mencari akar masalah penyebab defisit neraca perdagangan AS.

Selain Indonesia, 15 negara yang masuk daftar khusus Trump yaitu China, Jepang, Jerman, Meksiko, Irlandia, Vietnam, Italia, Korea, Malaysia, India, Thailand, Prancis, Swiss, Taiwan, dan Kanada.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengungkapkan, satu dari dua perintah eksekutif yang dikeluarkan Trump berupa analisis negara per negara dan produk per produk. Hasilnya akan diumumkan Presiden Trump dalam 90 hari ke depan.

"Mereka akan melihat bukti kecurangan, kesepakatan dagang yang tidak sesuai perjanjian, minimnya penegakan hukum, permasalahan mata uang dan kendala dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)," ujar Ross, dilansir situs Channel News Asia, Selasa, 4 April 2017.

Pelabuhan peti kemas di Los Angles, Amerika Serikat.

Aktivitas pelabuhan peti kemas di Los Angeles, Amerika Serikat.

Ross mengatakan, dari sejumlah kasus perdagangan tersebut, ada negara yang lebih baik dan ada pula negara lebih murah dalam memproduksi sebuah barang dibandingkan AS. Sebenarnya negara-negara yang ada dalam daftar tersebut bukan berarti jahat atau curang. 

Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Brian McFeeters mengaku, rencana Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif terkait defisit perdagangan, adalah untuk memaksimalkan peluang kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.

Ia pun menekankan bahwa selama ini AS selalu berupaya untuk mengurangi hambatan perdagangan agar produk-produknya tidak keluar dari pasar tertentu. McFeeters menegaskan, pemerintahnya akan berupaya untuk mengatasi penghalang yang menyebabkan defisit atau kerugian.

Amerika Serikat meyakini bahwa hubungan perdagangan dengan Indonesia, terutama ekspor dan impor, memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Kondisi ini terutama dalam bidang makanan dan minuman yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat.

"Satu sisi, beberapa produk seperti kopi, rempah-rempah, dan cokelat adalah potensi dari Indonesia. Di sisi lain, produk Amerika juga memiliki potensi lebih untuk diimpor Indonesia," kata McFeeters, di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 5 April 2017.

Selanjutnya, Tak Banyak Pengaruh

File Not Found