Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 10 April 2017 | 06:30 WIB
  • Memprihatinkan, Wakil Rakyat Dicurigai karena ISIS

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Memprihatinkan, Wakil Rakyat Dicurigai karena ISIS
Photo :
  • ANTARA/Muhammad Iqbal
Ilustrasi/Tim Densus 88 Antiteror
File Not Found

VIVA.co.id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri akhir pekan lalu kembali menciduk sejumlah orang, kali ini di Jawa Timur. Lamongan, Tuban, dan Bandara Internasional Juanda menjadi titik penindakan Densus terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat jaringan terorisme.

Namun, ada seorang “Wakil Rakyat” yang turut terjaring Densus di Bandara Juanda, Sabtu 8 April 2017. Densus langsung menyergap politisi itu, yang diketahui bernama Muhammad Nadir Umar (MNU) usai turun dari pesawat rute Kuala Lumpur-Surabaya, yang mendarat sekira pukul 15.21 WIB.

Usai turun dari pesawat dan melewati pemeriksaan Imigrasi, pria yang berprofesi sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Kabupaten Pasuruan ini langsung dibawa tim Densus ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur. Ia dituduh terlibat dalam jaringan radikal Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam atau ISIS, yang dinyatakan sebagai organisasi teroris di banyak negara.

"Memang ada salah satu anggota (DPRD) dari Pasuruan kabupaten kita amankan di Bandara Juanda berkaitan dengan yang dituduhkan kepadanya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, di RS Bhayangkara Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 9 April 2017.

Selain Nadir Umar, Densus juga mengamankan seorang lagi bernama Budi Mastur, seorang aktivis dari LSM Forum Dakwah Nusantara (FDN). Budi diamankan Densus di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Upaya penindakan terhadap kelompok teroris juga terjadi di Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu pagi, sekira pukul 10.00 WIB. Aparat sempat terlibat baku tembak dengan enam orang teroris di Jalan Raya Tuban-Semarang, Dusun Bogang, Desa Biji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Para pelaku sempat melarikan diri ke arah selatan menuju area pesawahan. Kontak tembak dengan anggota Brimob tak terelakkan. Akhirnya enam pelaku teroris tewas dalam operasi penindakan tersebut.

Polisi mengidentifikasi keenam pelaku teroris ini termasuk dalam jaringan Jamaah Ansorud Daulah (JAD) Semarang. Mereka diduga akan melakukan penyerangan ke Kantor Polantas Polres Tuban yang berada di Jalan Raya Tuban-Semarang.

Sebelum rangkaian penindakan di hari Sabtu, Densus 88 Polri lebih dulu bergerak di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat pagi, 7 April 2017. Tiga orang terduga teroris berhasil dibekuk dan langsung dibawa ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, ketiga pelaku diduga merencanakan penyerangan ke sejumlah markas Kepolisian di Lamongan. Namun, tidak dijelaskan terperinci tentang sasaran spesifik para terduga teroris itu. Mereka juga diduga berafiliasi ke ISIS.

Selanjutnya...Jaringan ISIS

File Not Found