Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 11 April 2017 | 06:02 WIB
  • Simalakama Sidang Ahok

  • Oleh
    • Harry Siswoyo,
    • Foe Peace Simbolon,
    • Anwar Sadat,
    • Dinia Adrianjara
Simalakama Sidang Ahok
Photo :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Aksi unjuk rasa saat digelar sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
File Not Found

VIVA.co.id – Potensi gangguan keamanan menjadi dalih kepolisian mengajukan permohonan ke pengadilan agar menunda sidang pembacaan tuntutan terhadap Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama hingga usai Pilkada DKI 2017.

Tak dirinci apa pesan di balik gangguan keamanan yang dilontarkan polisi menjelang sidang terdakwa penodaan agama yang mendudukkan calon gubernur petahana untuk Pilkada DKI 2107 tersebut.

Yang jelas, permohonan penundaan itu justru menjadi polemik. Publik menganggap ada unsur lain di balik pengajuan itu. Isu intervensi pun mencuat ke permukaan.

"Agar suasana kondusif aman dan damai," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menjawab alasan permohanan penundaan sidang Ahok, Sabtu, 8 April 2017.

Sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

FOTO: Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat menjalani sidang penodaan agama

Sidang Ahok, memang dijadwalkan pada 11 April 2017 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum.

Jika dibandingkan dengan alasan polisi berkaitan dengan pilkada, diakui memang sidang ini berjarak sepekan dari masa pemilihan yang dijadwalkan pada Rabu, 19 April 2017, atau berselang enam hari dari masa tenang calon kepala daerah dan wakil untuk Pilkada DKI 2017 yakni 16-18 April.

Kondisi itu belum dikaitkan dengan hari besar nasional yang kebetulan bertepatan pada Jumat, 14 April 2017, yakni Wafat Isa Almasih.

Apa pun itu, yang jelas saat ini pengajuan permohonan penundaan itu mendapat dukungan dari Kejaksaan Agung. Dalam pernyataannya Jaksa Agung M Prasetyo mengimbau agar ada penjadwalan ulang sidang itu.

Dasarnya sama dengan kepolisian, yakni persiapan penyelenggaraan Pilkada DKI 2017. "Karena telah mendekati masa-masa tenang untuk pelaksanaan pilkada putaran dua," kata Prasetyo.

Sekali lagi memang tak dirinci detail alasan penundaan ini. Namun ada benang merah menyebutkan bahwa ada dinamika yang patut diantisipasi menjelang pencoblosan. "Tentunya kita mengharapkan hal-hal yang tak diinginkan," kata Prasetyo lagi.

Riak-riak

Perkara Ahok dan mulutnya yang tajam memang telah menyita perhatian dan paling fenomenal di tahun 2016 hingga pun berganti tahun 2017. Bagaimana tidak, karena Ahok juga jutaan orang berdemonstrasi.

Dan karena Ahok juga, polisi menangkap sejumlah orang atas dugaan praktik terselubung untuk menggulingkan pemerintah. Dan karena Ahok juga, setiap orang di mana pun berada ikut menggunjingkan soal penodaan agama atau tidak.

Dan cuma di kasus Ahok juga, sidang selalu diramaikan dengan aksi demonstrasi. Jadi sangat wajar jika perkara lelaki kelahiran Belitung ini memang melelahkan dan cenderung sensitif jika salah penanganan.

Sejauh ini, kepolisian memang sedang menangani sejumlah kasus yang memang berkaitan dengan kasus Ahok. Makar, misalnya. Perkara yang tak bisa dibilang sepele ini justru ada di balik rangkaian aksi untuk memprotes Ahok.

Sejumlah orang bahkan telah diamankan seperti aktivis Sri Bintang Pamungkas, musisi Ahmad Dhani Prasetyo, Rachmawati Soekarno dan Ratna Sarumpaet.

Lalu kemudian ada lagi Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam, Muhammad Al Khaththath, yang dituduh akan menggelar aksi besar serentak usai Pilkada DKI 2017.

"Kegiatannya tidak hanya di Jakarta saja. Tapi juga di Makassar, Surabaya, Jogja, Bandung, itu bersamaan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa, 4 April 2017.

Aktivis<a class='auto-tokoh' title='Profil Rachmawati Soekarnoputri' href='http://m.viva.co.id/siapa/read/243-rachmawati-soekarnoputri?ref=vivasiapa'> Rachmawati Soekarnoputri </a>(kiri) menangis saat beraudiensi dengan Wakil Ketua DPR<a class='auto-tokoh' title='Profil Fadli Zon' href='http://m.viva.co.id/siapa/read/174-fadli-zon?ref=vivasiapa'> Fadli Zon </a>terkait dugaan makar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/1).

FOTO: Rachmawati Soekarnoputri, tersangka makar

 

Singkatnya karena perkara Ahok ini memang fenomenal. Riak-riak yang bisa bergesekan dengan kondisi ketertiban secara umum memang tidak bisa dipungkiri. Meski hingga kini tidak ada bukti bahwa setiap aksi massa yang memprotes Ahok menimbulkan kerusakan. Namun, sepertinya karena momen Pilkada berdekatan menjadi dasar kuat kekhawatiran polisi tentang sidang Ahok.

"Dimana perkuatan pasukan Polri dan TNI akan dikerahkan semua..." tulis surat yang diajukan Kapolda Metrro Jaya Irjen Pol M Iriawan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

File Not Found