Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 14 April 2017 | 06:18 WIB
  • Asteroid Nama-nama Indonesia, Dunia Mengakuinya

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Asteroid Nama-nama Indonesia, Dunia Mengakuinya
Photo :
  • www.langitselatan.com/NASA
ilustrasi lintasan asteroid 12179 Taufiq
File Not Found

VIVA.co.id – Kabar bagus menyapa dunia astronomi Indonesia pada awal April ini. Nama ilmuwan perempuan Indonesia diabadikan menjadi nama asteroid dengan diameter 10.584 kilometer. 

International Astronomical Union memutuskan menamakan asteroid 12937 dengan nama Premadi, yang diambil dari nama ilmuwan perempuan Indonesia, Premana Premadi. Dengan demikian nama asteroid yang ditemukan pada 24 September 1960 itu, menjadi asteroid 12937 Premadi. 

Mendengar kabar tersebut, sang ilmuwan mengaku kaget dan tak menyangka. Perempuan yang akrab disapa Nana itu mengatakan tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya dan tiba-tiba dia mendapatkan kabar dari kolega namanya diabadikan menjadi asteroid. 

Usut punya usut, namanya diusulkan oleh koleganya di Eropa yang menemukan asteroid tersebut. Nana memang kenal baik dengan penemu asteroid 12937, pasangan suami istri CJ van Houten dan Ingrid van Houten-Groeneveld, pasangan astronom dari Universitas Leiden Belanda dan T Gehrels.

"Bagi saya itu kan sebuah acknowledgment (pengakuan) ya.  Alhamdulillah kita semakin dilihat (dunia internasional), tapi tentunya ini ada tanggung jawab ya," ujar Nana saat dihubungi VIVA.co.id, Senin 10 April 2017. 

Nana mengungkapkan, alasan IAU sepakat namanya dijadikan sebagai nama asteroid, karena dia dianggap berkontribusi mengembangkan kosmologi dan fisika teoritik di Indonesia. 

Selain itu, Nana juga dinilai berkontribusi dalam pendidikan astronomi di Indonesia melalui Universe Awareness for Children Indonesia, sebuah gerakan mendekatkan astronomi kepada anak-anak terpencil di nusantara.

Melalui gerakan edukasi astronomi itu, Nana 'blusukan' ke pelosok negeri untuk memberikan pengenalan astronomi ke anak-anak sekolah yang keadaannya kurang beruntung. Kegiatan Nana itu dilakukan tanpa menunggu bola. 

Nana memang tak habis pikir kenapa namanya dipilih oleh IAU. Sebab selama ini, nama yang dipilih untuk penamaan asteroid adalah kalangan pejabat astronomi. Sementara Nana merendah bukan siapa-siapa dalam struktural dunia astronomi Tanah Air. 

Bicara nama Indonesia yang terabadikan di antariksa, dalam catatan sejarah, penamaan asteroid dengan nama ilmuwan di Indonesia itu bukan pertama kalinya. Tercatat ada beberapa nama ilmuwan Indonesia yang telah dijadikan nama batu antariksa. 

Berdasarkan catatan Avivah Yamani, dari komunitas Langit Selatan, tercatat ada enam mantan pejabat Kepala Observatorium Bosscha yang diabadikan menjadi nama asteroid. 

Berikut nama asteroid berdasarkan nama mantan kepala Observatorium Bosscha:

1. Asteroid 12176 Hidayat 

Diambil dari nama Bambang Hidayat, mantan Direktur Observatorium Bosscha 1968-1999. Pria yang menekuni studi bintang ganda tampak dan bintang garis emisi H itu dikenal sebagai promotor astronomi di Indonesia. 

2. Asteroid 12177 Raharto 

Diambil dari nama Moedji Raharto, Kepala Observatorium Bosscha 1999-2004. Mudji adalah astronom Indonesia dan juga pengajar senior astronomi ITB. Bidang yang ditekuni Mudji yaitu struktur galaksi berbasis katalog Hipparcos dan katalog IRAS-Point Source.

3. Asteroid 12178 Dhani 

Diambil dari nama Dhani Herdiwijaya, Direktur Observatorium Bosscha 2004-2006. Dhani menekuni bintang ganda, aktivitas magnetik Matahari yang terkait dengan cuaca dan alam. Dhani merupakan ahli fisika Matahari Indonesia. 

4. Asteroid 12179 Taufiq 

Diambil dari nama Taufiq Hidayat, Kepala Observatorium Bosscha 2006-2010. Sosok Taufiq dikenal sebagai pakar dalam bidang Tata Surya dan transit ekstrasolar. Taufiq juga menekuni efek urbanisasi di sekeliling Observatorium Bosscha.

5. Asteroid 2019 van Albada 

Nama ini diambil dari Gale Bruno van Albada, Kepala Observatorium Bosscha di masa awal kemerdekaan, Mei 1949-Juli 1958. Van Albada merupakan guru besar astronomi ITB pada 1951 dan perintis pendidikan astronomi di Indonesia. 

6. Asteroid 5408 Thé

Diambil dari Thé Pik Sin, yang menjabat sebagai kepala Observatorium Bosscha dari 1959 -1968. Nama Thé diberikan sebagai penghargaan pada Thé Pik Sin pada ulang tahunnya yang ke-65.

Asteroid ini ditemukan oleh penemu asteroid Premadi, CJ van Houten dan Ingrid van Houten-Groeneveld, pasangan astronom dari Universitas Leiden Belanda dan T Gehrels,  Observatorium Palomar. Nama Thé diberikan sebagai penghargaan pada Thé Pik Sin pada ulang tahunnya yang ke-65.  

File Not Found