Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 11 Mei 2017 | 06:30 WIB
  • Sistem Ganjil Genap di Jalur Mudik, Apa Bisa?

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Fikri Halim,
    • Fajar Ginanjar Mukti
Sistem Ganjil Genap di Jalur Mudik, Apa Bisa?
Photo :
  • ANTARA/Dedhez Anggara
Antrean Tol Cipali
File Not Found

VIVA.co.id – Rencana penerapan lalu lintas ganjil genap di jalur mudik tahun ini digulirkan pemerintah. Sistem itu telah diterapkan secara rutin di Jakarta di jalan-jalan protokol selama jam sibuk, dan hasilnya masih jauh dari harapan untuk mengatasi kemacetan, karena memang dipandang sebagai solusi temporer.

Apa pun langkah pemerintah untuk meredam kemacetan parah patut dihargai. Namun, menerapkan sistem ganji genap di jalur mudik nanti bisa mengundang risiko besar dan tampak tidak populer bagi para pemudik.

Maka, kajian mendalam oleh pemerintah dengan seluruh pihak terkait soal sistem ini telah berlangsung sejak awal bulan ini. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan skenario itu ada untung dan ruginya untuk semua pihak.

Secara garis besar dia menjabarkan, keuntungannya skenario ini bisa membatasi jumlah kendaraan di ruas tol yang menjadi jalur arus mudik. Maka, kepadatan kendaraan tidak terjadi lagi seperti pada tahun lalu.

Sementara itu,  kerugiannya, masyarakat yang hanya punya satu mobil dan waktu singkat akan mengalami kesulitan mengatur perjalanan. Atau pilihannya tidak menggunakan kendaraan pribadi.

"Susah juga kalau sosialisasi tidak maksimal, nanti kalau mereka tiba-tiba tidak bisa jalan bagaimana? Jadi kita akan diskusikan," kata Budi.

Sementara itu, Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mendukung rencana tersebut. Namun dia mengakui memang membutuhkan koordinasi dan kajian yang matang untuk dapat mengimplementasikannya di lapangan. 

Kerja sama semua pihak termasuk para pemudik juga ditegaskan sangat menentukan kesuksesan skenario ini. 

"Kita sekalian ingin mendisiplinkan bangsa kita sendiri. Merencanakan empat hari (hari kerja) kan, jadi bisa. Yang sekarang lagi kita pikirkan, semoga Mei (keputusannya) bisa final," kata Luhut.

Selanjutnya...Apa Tantangannya?

File Not Found