Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 31 Mei 2017 | 05:34 WIB
  • Kala 'Teroris Siber' Membidik Android

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Kala 'Teroris Siber' Membidik Android
Photo :
  • REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Logo Android
File Not Found

VIVA.co.id – Tak puas hanya membuat heboh dunia dengan virus pemalak ransomware WannaCry, kini para peretas hitam (black hat hacker) lagi-lagi membidik sistem operasi ponsel pintar (smartphone) Android.

Isu Android bisa ditembus 'teroris siber' ini sudah menyeruak, setidaknya lima tahun belakangan.

Kala itu, seorang ahli keamanan dan hacker mengaku menemukan celah keamanan Android dengan memamerkan cara baru untuk menyerang perangkat berbasis sistem operasi besutan Google tersebut.

Peneliti keamanan asal Accuvant, Charlie Miller, menjelaskan metode penyerangan dengan mengirimkan kode berbahaya melalui Near Field Communication (NFC). NFC adalah konektivitas nirkabel terbaru berbasis RFID yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan termasuk pembayaran.

Miller menggunakan sebuah perangkat kecil seukuran perangko yang ditempatkan di dekat kasir untuk menginfeksi perangkat yang menggunakan teknologi NFC, termasuk Android yang digunakan pada terminal pembayaran.

“Saya dapat dengan mudah mengambil alih ponsel Anda melalui cara ini, ” katanya, seperti dikutip situs Fudzilla. Seorang hacker bernama Georg Wicherski juga mengeksploitasi untuk mencari celah keamanan pada browser di Android.

Keduanya mengakui Google telah banyak memperbaiki celah keamanan di Chrome untuk Android, akan tetapi, Wicherski menunjukkan pada pengguna bahwa kemungkinan serangan masih terbuka, sehingga pengguna disarankan untuk rajin meng-update perangkatnya.

Tak hanya itu, mereka juga menunjukkan cara menghindari teknologi Bouncer yang digunakan Google untuk menyaring aplikasi berbahaya di Google Play dengan memanfaatkan JavaScript.

Baru-baru ini, firma keamanan Check Points juga mengingatkan kepada pengguna Android bahwa ada kemungkinan menjadi terdampak dari sebuah malware baru.

Selanjutnya, Waspada Judy

File Not Found