Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 9 Juni 2017 | 05:04 WIB
  • Indonesia Masuki Era Kendaraan Listrik

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Yunisa Herawati,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Indonesia Masuki Era Kendaraan Listrik
Photo :
  • http://4muda.com
Ilustrasi Mobil listrik
File Not Found

VIVA.co.id – Bahana kendaraan listrik mulai bergaung di Indonesia. Meski masih jauh dari popularitas, namun keberadaannya mulai dilirik masyarakat, setelah beberapa jenama merilis produk kendaraan yang santun terhadap lingkungan, baik itu roda empat-hibrida- maupun roda dua.

Di roda empat, baru-baru ini muncul Tesla Model X, mobil listrik murni buatan Amerika Serikat. Mobil ini dibawa oleh Prestige Image Motorcars --importir umum mobil mewah di Indonesia. Di roda dua, muncul beberapa motor listrik seperti Zero Motorcycle, serta Gesits dari Garansindo dan Q1 dari Viar Indonesia.

Jauh sebelum itu, beberapa pabrikan juga sudah merilis kendaraan ramah lingkungan. Di roda empat banyak mobil yang sudah mengusung teknologi hibrida, yakni penggabungan motor listrik dan mesin konvensional.

Mobil ini juga masuk dalam kendaraan ramah lingkungan. Beberapa di antaranya adalah Prius, Camry, X Trail, Alphard, CR-Z, serta i3. Namun, popularitasnya memang masih jauh dari kendaraan-kendaraan bermesin konvensional (mesin murni).

Terkait mulai maraknya kendaraan ramah lingkungan di Indonesia, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, Indonesia memang sudah seharusnya mulai mengikuti tren dunia soal program mobil rendah karbon.

Apalagi, ini berkaitan dengan isu penyelamatan lingkungan dan rencana melepaskan diri dari ketergantungan bahan bakar fosil. Sebenarnya, secara teknologi para perusahaan otomotif dikatakan sudah memiliki teknologi yang bisa menjawab isu soal lingkungan. Tetapi, semua tentu masih harus dikembalikan ke penerapan dan aturan di Indonesia.

"Pada prinsipnya teknologi itu ada. Tinggal kapan teknologi itu diterapkan di Indonesia, tergantung pada regulasi dan infrastruktur. Pasarnya sebenarnya masih terbuka dan menjadi potensi yang bisa digarap para pabrikan dengan menyediakan mobil ramah lingkungan. Bahan bakar minyak kita menurun dan harus cari alternatif, ini sejalan dengan pemerintah yang tengah menyiapkan gas," kata Kukuh.

Berikutnya, harga mahal>>>

File Not Found