Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 28 Juni 2017 | 07:12 WIB
  • Hindari Petaka Usai Pesta Kuliner Lebaran

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti
Hindari Petaka Usai Pesta Kuliner Lebaran
Photo :
  • Pixabay/sharonang
Ilustrasi hidangan Lebaran.
File Not Found

VIVA.co.id – Hidangan serba lezat, mulai dari opor ayam, rendang, semur, lontong dan ketupat, aneka minuman dan kue manis, tak bisa lepas dari pandangan mata saat Hari Raya Idul Fitri. Setiap melangkahkan kaki bersilaturahmi, semua hidangan serba lemak, serba santan dan tinggi gula serta garam, selalu menggoda.

Tak heran, jika usaha melawan nafsu makan dan minum selama sebulan berpuasa seringkali berakhir antiklimaks. Bobot tubuh yang sempat turun ketika berpuasa satu bulan penuh, dalam dua hari saja saat Lebaran bisa kembali membludak naik. Banyak orang jadi kalap, ingin makan sepuas-puasnya, ketika Ramadan usai.

Tak hanya itu, 'Pesta Santap Hidangan Lebaran' juga seringkali menjadi petaka, untuk mereka penderita kolesterol, darah tinggi dan diabetes. Mereka ikut kesulitan mengendalikan diri, ketika dihadapkan dengan aneka menu lezat khas Lebaran.  

Tak hanya mereka yang menderita sakit yang kesulitan mengendalikan diri. Mereka yang sehat, juga ikut rentan menderita berbagai gangguan kesehatan karena pola makan pasca Lebaran yang kebablasan. Hal ini tentu bisa membahayakan tubuh.

Penyakit Usai Lebaran

Bukan hanya berat badan yang melonjak saat Lebaran berakhir. Spesialis penyakit dalam dr. Ari Fahrial Syam bahkan menyatakan, banyak penyakit kronis mengintai karena faktor atau pengaruh hidangan Lebaran.

Mereka yang tak mampu mengontrol makanan dengan baik saat Lebaran, maka penyakit kronis rentan meningkat, seperti hipertensi, kolesterol, asam urat, serta gula darah yang tak terkontrol.

Bukan hanya itu, ketika puasa, tubuh tak menerima banyak asupan makanan. Namun ketika  puasa usai, keingingan seseorang untuk mengkonsumsi makanan berlemak dan berkolesterol  tinggi meningkat saat Lebaran. Maka tak jarang, banyak orang menderita diare saat hari raya.

"Ini karena mereka terlalu banyak makan yang menyebabkan perut menjadi kaget untuk  mencerna."

Penyebabnya memang diakui karena makanan. Namun, penyakit kronis dan berbahaya ini tidak  akan terjadi jika Anda mengkonsumsi makanan dalam jumlah moderat.

Menyiasati agar penyakit kronis tak datang kata Ari sesungguhnya juga sangat mudah. Bagi penderita jantung, diabetes, kolesterol, dan hipertensi, mereka dapat mengkonsumsi sayur dan buah lebih banyak. Mengapa? Ini karena asupan buah dan sayur bisa menciptakan rasa kenyang lebih lama. Jadi, ketika tergoda menikmati menu khas Lebaran, Anda pun bisa mengontrol dan mengendalikannya.

"Sayur dan buah bisa menyerap kolesterol dan gula lebih cepat dalam usus, sehingga penumpukannya tak akan cepat terjadi," kata Ari. Ia pun mengingatkan, bukan hanya makanan khas Lebaran yang bisamenimbulkan penyakit.

Tetapi, jajanan tak sehat yang banyak dikonsumsi pasca Lebaran seperti bakso, mie ayam dan lainnya, juga berkemungkinan menyebabkan diare. Untuk itu, hindari pula makanan tersebut dan jangan dikonsumsi terlalu banyak.

Agar kondisi kesehatan tubuh lebih terkontrol, disarankan pula melakukan check-up kesehatan. Ini penting bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes, kolesterol, hipertensi dan sakit jantung. Tapi bagi yang sehat, dianjurkan pula menjalani puasa syawal, agar asupan makanan yang berlebih bisa terkontrol kembali.

Selanjutnya...Tetap Ramping

File Not Found