Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 28 Juni 2017 | 04:06 WIB
  • GNPF MUI-Jokowi, Rekonsiliasi atau Siasat Politik?

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Foe Peace Simbolon,
    • Eduward Ambarita
GNPF MUI-Jokowi, Rekonsiliasi atau Siasat Politik?
Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Tim 7 GNPF bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dua menterinya.
File Not Found

VIVA.co.id – Sama seperti miliaran umat muslim di dunia lainnya, Idul Fitri dimaknai positif Pemerintah dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Di momentum saling memaafkan ini, kedua pihak yang acap terlibat seteru panas-dingin hubungan, sepakat guyub berjumpa untuk berjabat tangan dan mengucap "Minal Aidin Wal Faidzin" di Istana Negara, Minggu 25 Juni 2017.

Meski hanya 20 menit melakukan pertemuan, banyak hal yang dibahas kedua belah pihak tepat di Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah. Kendati pertemuan digelar tertutup, namun sinyalemen drama politik keduanya kuat mengarah ke islah, berdamai, dan duduk berdialog mencari solusi, sehingga dapat saling memahami satu sama lain.

Itikad baik pertama kali dilontarkan GNPF MUI. GNPF menyampaikan permintaan untuk memiliki akses khusus bertemu orang nomor satu di Indonesia itu pada momentum sakral Lebaran. Pertemuan digagas untuk melakukan komunikasi langsung dengan Presiden.

Gayung ternyata bersambut. Dengan itikad baik pula, Jokowi tanpa "ba-bi-bu" langsung mengamini permintaan pertemuan tersebut. Presiden Joko Widodo lalu menerima para tokoh GNPF di Istana Merdeka setelah sebelumnya bersilaturahmi dengan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta. Jokowi bahkan rela menunda waktu istirahatnya demi menemui para pemimpin GNPF.

Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. Sementara rombongan GNPF dipimpin ketua dan wakil ketuanya, Bachtiar Nasir dan Zaitun Rasmin, didampingi Kapitra Ampera, Yusuf Marta, Muhammad Lutfi Hakim, Habib Muchsin, dan Denny.

"Presiden menerima silaturahmi Nasir dan kawan-kawan atas permintaan mereka. Intinya tidak ada yang diperbincangkan. (Hanya) Silaturahmi," kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Minggu.

Pratikno mengatakan, rencana pertemuan sebelumnya sudah dikomunikasikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan kemudian diteruskan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. Dari hasil silaturahmi, GNPF mengaku akan ikut mendukung program-program pemerintah. "Beliau (GNPF) bilang mendukung kebijakan pemerintah. Mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Presiden, minta akses komunikasi," ujarnya.

Selanjutnya... Substansi Pertemuan

File Not Found