Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 4 Juli 2017 | 06:37 WIB
  • Libur Lebaran Usai, Siapa Untung dan Buntung?

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Fikri Halim,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Libur Lebaran Usai, Siapa Untung dan Buntung?
Photo :
  • ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Libur Lebaran, wisata ke candi banyak diminati
File Not Found

VIVA.co.id – Cuti bersama untuk libur Lebaran tahun ini yang berlangsung 23-30 Juni 2017 telah usai. Selama delapan hari libur tersebut, pegawai negeri sipil (PNS) maupun karyawan swasta memanfaatkan untuk mudik ke kampung halaman. 

Selain berkunjung dan bersilaturahmi dengan sanak saudara, kesempatan itu pun dimanfaatkan dengan berlibur ke sejumlah tempat wisata.

Pemerintah meyakini, kunjungan pemudik ke sejumlah tempat wisata dapat meningkatkan sendi-sendi ekonomi masyarakat. Khususnya peningkatan aktivitas ekonomi di sektor konsumsi, transportasi, dan tentunya pariwisata.   

Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, Lebaran yang jatuh pada Juni 2017 akan mengerek pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal II-2017.

Peningkatan tersebut, menurut Amalia, bisa berasal dari sisi pengeluaran yang terdorong dari sektor konsumsi masyarakat. Situasi yang dapat membawa konsumsi masyarakat bisa tumbuh sedikit di atas 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ia menuturkan, untuk sisi produksinya sepanjang Ramadan dan libur Lebaran tahun ini, sektor yang akan terdongkrak cukup signifikan adalah transportasi, akomodasi, makanan minuman, serta informasi dan komunikasi.

"Untuk sektor transportasi kita bisa lihat pada darat, laut, dan udara yang meningkat pertumbuhannya, karena banyak masyarakat menggunakannya untuk mudik Lebaran ke kampung halaman," tutur Amalia kepada VIVA.co.id, Senin 3 Juli 2017.

Sementara itu, untuk akomodasi dan makanan minuman diperkirakan meningkat karena saat pulang kampung masyarakat juga banyak menginap di hotel, berwisata, dan belanja kebutuhan makanan.

"Pada libur panjang tersebut, selain masyarakat muslim, yang non muslim juga merasakan liburan panjang dan itu juga meningkatkan perjalanan wisata," ujarnya.

Amalia menambahkan, sektor lain yang tentunya sangat diuntungkan dari adanya libur Lebaran yang cukup panjang ini adalah informasi dan komunikasi, terutama penggunaan data seluler.

Penggunaan data seluler tersebut, bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang menggunakan untuk pemanfaatan aplikasi arah perjalanan (Google maps atau Waze), pesan singkat WhatsApp, serta ucapan selamat Idul Fitri secara elektronik.

Selanjutnya...Pariwisata Cukup Mendominasi

File Not Found