Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 5 Juli 2017 | 06:16 WIB
  • Mudik 2017 Minim Celaka, Benarkah?

  • Oleh
    • Harry Siswoyo,
    • Bayu Nugraha,
    • Agus Rahmat,
    • Fikri Halim
Mudik 2017 Minim Celaka, Benarkah?
Photo :
  • ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Kepadatan Tol Cipali menjelang puncak arus balik libur lebaran 2017
File Not Found

VIVA.co.id – Belum lagi usai Operasi Ramadniya 2017, Kepolisian dan segenap kementerian terkait buru-buru merilis bahwa ada penurunan jumlah angka kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2017.

Entah kenapa, klaim prestasi keberhasilan menjaga libur Lebaran yang dikawal dalam Operasi Ramadniya 2017 ini seperti harus disegerakan diumumkan ke publik.

Padahal secara prinsip, jumlah kecelakaan masih saja 'bergerak', setidaknya hingga ditutupnya operasi pada Rabu 4 Juli 2017, atau selama 16 hari tugas, terhitung sejak 19 Juni 2017 diresmikan.

"Rasionya menurun sangat bagus," ujar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Senin 3 Juli 2017, menjawab soal capaian penanganan arus mudik dan balik libur Lebaran 2017.

Simpang siur data

Pemudik speda motor memasuki kapal Roro di Pelabuhan Bakauheni Lampung

FOTO: Pemudik arus balik kendaraan sepeda motor antri memasuki kapal Roro di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, Minggu (2/7/2017)/ANTARA FOTO/Ardiansyah


Membandingkan capaian prestasi penganan arus mudik Lebaran, haruslah menggunakan data sebelumnya. Sehingga, bisa diukur capaian keberhasilan.

VIVA.co.id, mencoba menelusuri sejumlah pranala dan laporan sebelumnya soal capaian pada dua tahun ke belakang, 2016 dan 2015. Sekurangnya, dengan basis data dua tahun ke belakang itu, maka akan bisa dilihat bagaimana trennya.

Namun, ternyata menelusuri data itu bukan hal gampang. Tidak ada satu pun data yang konsisten, sehingga sulit dicarikan bagaimana sesungguhnya capaian hasil pada dua tahun sebelumnya.

Laporan di media, klaim sejumlah pejabat baik itu dari Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Jasa Marga, Jasa Raharja, dan lain sebagainya, bahkan makin mempertegas tidak adanya konsistensi data.

Namun, guna menjawab perbandingan, VIVA.co.id mencoba menggunakan data milik Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri yang merilis hasil Operasi Ramadniya tahun 2016.

Hanya saja, sebelum ini, mari simak capaian hasil dari Operasi Ramadniya tahun 2017. Hasil ini dirilis Senin 3 Juli 2017, atau sehari sebelum penutupan Operasi Ramadniya 2017.

Merujuk dalam data yang disampaikan Posko Pusat Operasi Ramadniya 2017, total kecelakaan Lebaran tahun ini mencapai 2.441 kejadian. Jumlah ini tercatat dalam data yang diterbitkan IRSMS (Integrated Road Safety Management System).

Dari jumlah itu, jumlah korban meninggal dunia mencapai 592 orang, luka berat 542 orang, dan luka ringan sebanyak 3.324 orang.

Sedangkan untuk besaran kerugian, sejauh ini dari data Kepolisian baru merilis hingga H+2 Lebaran, yakni senilai Rp2,72 miliar. "Turun sekitar 25 persen," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, Selasa, 27 Juni 2017.

Lalu, bagaimana dengan data dua tahun sebelumnya? Berikut, rangkuman data yang dirilis oleh Korlantas Polri yang VIVA.co.id kutip:

Tahun 2015
Kecelakaan: 2.975 kasus
Meninggal dunia: 606 orang
Luka Berat: 1.012 orang
Luka ringan: 3.674 orang
Kerugian: Rp5,85 miliar

Tahun 2016
Kecelakaan: 2.719 kasus
Meninggal dunia: 504 orang
Luka berat: 873 orang
Luka ringan: 3.635 orang
Kerugian: Rp5,55 miliar

Data Kecelakaan lalu lintas pada lebaran tahun 2016

FOTO: Data kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ramadniya 2016 yang dirilis Korlantas Polri

 

Jadi, jika merujuk ke data ini, diakui memang ada penurunan jumlah baik itu angka kecelakaan, korban meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan.

Berikutnya, belum signifikan>>>

File Not Found