Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 7 Juli 2017 | 06:18 WIB
  • Pulau Komodo Kian Memukau Dunia

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
Pulau Komodo Kian Memukau Dunia
Photo :
Keindahan Taman Nasional Komodo
File Not Found

VIVA.co.id – Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam sepuluh besar tujuan wisata terbaik dunia versi National Geographic. Dalam daftar tersebut Pulau Komodo masuk dalam daftar kategori spring adventures atau tempat wisata yang direkomendasikan untuk dinikmati di musim semi.

Dalam penjelasannya, National Geographic menyebut Taman Nasional Komodo memiliki banyak daerah eksotis yang bisa dikunjungi wisatawan. Daya tarik utama pulau ini binatang purba, Komodo, yang hanya ada di Indonesia.

“Dengan Pantai Pink, dan pemandangan gunung berapi, wisatawan juga akan disuguhkan melihat binatang Komodo, yang sangat eksotis dan daerah lain yang bisa dikunjungi dan tidak kalah bagus,” tulis artikel dalam National Geographic.

Pengakuan dari media internasional sekelas National Geographic membuat pamor Pulau Komodo semakin populer di mata dunia. Tidak hanya itu, majalah mode internasional Vogue juga memasukkan Pulau Komodo sebagai sepuluh destinasi wisata terbaik untuk berlibur di musim panas.

Banyak pesohor dunia pun memilih Pulau Komodo sebagai destinasi wisata. Peraih Oscar lewat film Shakespeare in Love, Gwyneth Paltrow, pernah membuat testimoni soal Komodo. Pembalap MotoGP, Valentino Rossi, juga pernah menjejakkan kakinya di Pulau Komodo pada Januari 2017 lalu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengklaim hasil tersebut berkat keberhasilan pemerintah dalam mempromosikan destinasi ini. Pulau Komodo telah menjadi destinasi kelas dunia dan sangat populer di kalangan internasional.

"National Geographic sangat berwibawa, kita bangga bahwa di Indonesia ada Taman Nasional Komodo yang bisa menembus top 10 destinasi terbaik sedunia. Itu menandakan bahwa upaya kita mempopulerkan komodo itu berhasil. Destinasinya sangat menarik untuk dikunjungi orang luar,” kata JK, panggilan akrab Jusuf Kalla, melalui rilis yang diterima VIVA.co.id, Kamis 6 Juli 2017.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun tak kurang bangganya. Penghargaan dari media terkemuka itu akan membuat merek Wonderful Indonesia menjadi makin tajam di internasional.

Diutarakannya, penghargaan ini memiliki tiga makna 3C, yakni menaikkan confidence (kepercayaan diri) sebagai bangsa, mengangkat credibility (kredibilitas) sebagai negara, dan calibration (kalibrasi) untuk memotret seberapa hebat Wonderful Indonesia itu.

Menurut Arief, penghargaan ini menandakan Indonesia bisa bersaing di industri pariwisata dunia. Pengakuan itu membuat pamor Taman Nasional Komodo makin mendunia.

“Terima kasih saya ucapkan kepada pembaca National Geographic dari seluruh penjuru dunia yang sudah me-review positif tentang Taman Nasional Komodo, sehingga menjadi destinasi terbaik dunia,” katanya.

Andalan Lain Pulau Komodo

Taman Nasional Komodo telah menjadi destinasi pariwisata dunia sejak dinobatkan sebagai tujuh keajaiban warisan alam di dunia pada 2011 dan menjadi tuan rumah event internasional, seperti Sail Komodo 2013. Pemerintah Indonesia gencar mempercepat pembangunan Nusa Tenggara Timur di bidang ekonomi dan pariwisata.

Taman Nasional Komodo memiliki segudang destinasi untuk dikunjungi wisatawan. Seperti Pantai Pink dengan keunikannya pasir pantai berwarna pink, Gili Laba yang memiliki bukit rumput savana, dan Pulau Kelor yang merupakan destinasi populer untuk snorkeling.

Komodo.

Vogue menyebut Pulau Komodo memiliki perpaduan yang indah antara petualangan dan relaksasi. Untuk petualangan, para traveler bisa mendaki gunung, melihat komodo dari jarak dekat, dan menyelam sedangkan untuk relaksasi bisa mengunjungi desa penghasil tenun tradisional dan berinteraksi dengan warga lokal.

 Vogue juga mengulas sedikit tentang Pulau Sumba yang memiliki pesona luar biasa. “Pulau Sumba telah menjadi favorit rahasia di antara para peselancar selama bertahun-tahun. Resor-resor, khususnya Nihiwatu memikat orang-orang yang menyukai pantai, alam murni, dan interaksi lokal,” ujar Vogue.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu, mengatakan Pulau Komodo dan Labuan Bajo menjadi destinasi unggulan Provinsi NTT. Banyak wisatawan datang ke sana untuk menikmati keanekaragaman alam dan budaya masyarakat NTT.

"Daerah yang di-highlight di tahun ini ada Pulau Komodo, yang terkenal dengan hewan kadal raksasa yang mendiami pulau tersebut. Kemudian, Labuan Bajo masih menjadi highlight, karena memang minat wisatawan datang ke NTT banyak ke Labuan Bajo untuk melakukan snorkeling dan diving mengingat pulau ini sangat menonjolkan wisata bahari yang sangat indah," ucap saat berbincang dengan VIVA.co.id di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu 5 Juli 2017.

Diutarakannya, Flores, Sumba dan Timor mempunyai ratusan wisata budaya. Pemerintah daerah juga menambahkan daya tarik dengan menyelenggarakan festival seni dan budaya untuk memancing wisatawan.

Selain itu, Marius juga menyebut ada beberapa destinasi lain yang tersebar di NTT yang menjadi highligt dan bisa dimasukkan ke dalam daftar tempat yang bisa dikunjungi wisatawan.

Bagi wisatawan yang menyukai jenis wisata yang berbau pantai bisa mengunjungi Pulau Rote Ndao. Pantai ini memiliki tujuh gulungan ombak yang cocok untuk selancar. Pantai ini pun setiap hari dimasuki oleh turis-turis internasional yang hobi berselancar.

Bagi pencinta wisata bahari selain Pulau Rote Ndao, wisatawan juga bisa berkunjung ke Alor yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Di sana dijelaskan oleh Marius, ada sebuah taman laut yang sangat indah yang terletak di teluk Maumere dan Allor.

Di daerah Ende ada Danau Kelimutu yang selalu berubah-ubah warnanya. Ada tiga warna, yakni merah putih biru, namun sekarang warnanya berubah-berubah sejalan perubahan vulkanologi.

Bagi para wisatawan yang menyukai sejarah, bisa menyelusuri daerah Ende. Di Ende terdapat situs sejarah terpopuler, yang berkaitan dengan mantan presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Bung Karno ketika zaman penjajahan pernah dibuang ke Ende tepatnya di Bogondiko pada tahun 1934-1938, sebelum kemudian diasingkan ke Bengkulu pada 1938-1942. "Di Ende inilah dia mendapatkan falsafati Pancasila," kata Marius.

Popularitas Pulau Komodo diharapkan akan semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata dunia. Meski begitu Pemerintah tidak boleh terlena. Pemerintah harus terus meningkatkan pengelolaan pelayanan dan fasilitas obyek wisata Taman Nasional Komodo.

 

File Not Found