Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 8 Juli 2017 | 06:29 WIB
  • Mendirikan Negara Pertama di Luar Bumi

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Mendirikan Negara Pertama di Luar Bumi
Photo :
  • Asgardia/James Vaughan
Ilustrasi negara Asgardia di antariksa
File Not Found

VIVA.co.id – Sekelompok ilmuwan dan pakar luar angkasa lintas-negara berkumpul di Paris, Prancis, Oktober tahun lalu. Mereka, pakar dan ilmuwan dari Kanada, Rumania, Rusia dan Amerika Serikat, berambisi mendirikan negara pertama di luar Bumi, ya negara di antariksa

Persiapan terus berlangsung. Nama negara pertama di luar angkasa sudah dipilih, yaitu Asgardia. Nama ini mengikuti nama kota mitologi Nordik. Belakangan ambisi negara di luar angkasa ini diotaki pendiri Aerospace International Research Center, Rusia, Igor Ashurbeyli. 

Deretan nama penting ada di belakang ambisi ini. Selain Ashurbeyli yang juga komite antariksa UNESCO, ada juga David Alexander (Direktur Space Intitute Rice University, AS), Ram Jakhu (Direktur Institute of Air dan Space Law McGill University, Kanada), Joseph N. Pelton  (Direktur Space and Advanced Communications Research Institute (SACRI), George Washington University, AS) sampai Dumitru-Dorin Prunariu (Kosmonot Rusia).

Sebagai otak utama Asgardia, Ashurbeyli didapuk menjadi kepala negara Asgardia pertama.

Dalam keterangannya Asgardia diharapkan bakal menjadi pintu masuk untuk misi penambangan asteroid serta berfungsi sebagai pertahanan Bumi dari meteorit, sampah antariksa dan ancaman lain yang membahayakan. 

"Maksud Asgardia yaitu melindungi seluruh kehidupan manusia di Bumi dari ancaman alam maupun buatan manusia, misalnya dari sampah antartiksa, korona Matahari sampai benturan asteroid," ujar kelompok tersebut dalam rilisnya dikutip dari Business Insider

Asgardia muncul tak ingin cuma sebatas kejutan temporal. Para perancang telah menetapkan tujuan utama jangka panjang mereka, yaitu mempromosikan perdamaian dan kesepakatan penuh damai di antariksa, ekspansi manusia di antariksa, memberikan kesempatan setara bagi semua orang berada di antariksa dan mendemokratisasi antariksa. Tujuan utama lainnya mengamankan semua manusia dari ancaman dari luar angkasa. 

“Asgardia melayani seluruh umat manusia dan setiap orang, di mana bagi mereka yang ingin terlepas dari kesejahteraan pribadi dan kemakmuran negara di mana mereka kebetulan dilahirkan,” ujar Ashurbeyli, yang dikutip dari laman Cnet.

Dia menyatakan, manusia yang ingin berpindah ke Asgardia harus punya misi khusus, yakni mendorong perdamaian dunia, dan melindungi bumi dari asteroid ‘nakal’ dan puing-puing di luar angkasa. 

Seperti halnya pendirian negara di Bumi, Asgardia juga melakukan persiapan syarat umum untuk menjadi sebuah negara di luar Bumi. Melalui website resminya, 20 hari usai pengumuman itu, Asgardia membuka kesempatan warga dunia dari negara manapun untuk menjadi warga negara Asgardia yang disebut Asgardian. Dan tak disangka, respons warga dunia begitu tinggi untuk menjadi Asgardian. 

Delapan bulan usai pengumuman Asgardia, calon negara pertama di antariksa itu telah menerima pengajuan 500 ribu penduduk Bumi yang ingin menjadi Asgardian. Saat itu dalam proses verifikasi, Asgradia meloloskan 212.015 warga dunia menjadi Asgardian. 

Jumlah Asgardian meningkat. Per awal Juli 2017, atau dalam sebulan, Asgardian meningkat jadi 263.039 orang. 

Antusiasme yang tinggi dari warga dunia itu menuntut pengelola dan penggagas Asgardia mengubah aturan, yakni konstitusi dan hukum negara pertama di antariksa sebagai penyesuaian kondisi tersebut. 

Tim Asgardia menuturkan, mereka kini mengetatkan sistem dengan menyaring izin permintaan menjadi warga negara dengan makin selektif. Asgardia tidak akan memberikan warga negara bagi orang yang pelit memberikan informasi data diri. Calon negara pertama di antariksa itu menolak warga negara non manusia misalnya robot. 

Asgardian yang lolos verifikasi nanti akan mengantongi Sertifikat Asgardia. Sebagai warga negara, tiap Asgardian juga punya kewajiban kepada negaranya, mereka diwajibkan memberikan suaranya dan masukannya untuk perumusan dasar konstitusi Asgardia.

Selanjutnya...Konstitusi dan Lagu Kebangsaan

File Not Found