Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 11 Juli 2017 | 06:02 WIB
  • Setelah ISIS Diusir dari Mosul Irak

  • Oleh
    • Ezra Natalyn
Setelah ISIS Diusir dari Mosul Irak
Photo :
  • REUTERS/Alaa Al-Marjani
Perayaan kemenangan pasukan Irak saat merebut Kota Mosul dari ISIS.
File Not Found

VIVA.co.id – Penduduk Kota Mosul bersorak setelah ISIS dipukul mundur militer Irak. Para militan kelompok teroris Daulah Islamiyah itu kocar-kacir meninggalkan Kota Tua. Sebagian tewas meski sempat meninggalkan para wanita yang “dipasang” sebagai pengantin bom bunuh diri. Tiga tahun sejak kejatuhan Mosul ke tangan ISIS, kota itu hancur, meninggalkan jejak darah ribuan korban kekejaman obsesi kilafah.

Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, segera mendatangi Mosul, kota di bagian utara Irak, tak lama setelah pasukan dan simpatisan Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam atau ISIS dipukul mundur, hengkang dari kota tersebut.

Pada Minggu, 9 Juli 2017 sebagaimana dilansir Reuters, PM Abadi mengungkapkan kebanggaan atas usaha militer, polisi dan pejuang Irak yang tak pantang menyerah mengusir ISIS di wilayah tersebut.

Ucapan selamat itu diikuti deklarasi resmi pembebasan Mosul dari Irak. PM Abadi melalui kantornya mempublikasikan bahwa pemerintah Irak kini menguasai penuh wilayah tersebut.

“PM Abadi memberikan ucapan selamat kepada para pejuang dan warga sipil yang ikut berjuang selama ini atas kemenangan yang sungguh luar biasa,” dirilis Kantor PM Irak.

ISIS di Mosul selama 8 bulan terakhir dibombardir pasukan Irak atas sokongan Amerika Serikat. Pula dibantu oleh tentara sekutu dari Eropa. ISIS jelas bukan musuh yang bisa dipandang sebelah mata.

Apalagi organisasi teroris itu sudah menduduki Raqqa, kota di Suriah yang dijadikan sebagai ibukota oleh ISIS. Kota Raqqa di Suriah dan kota Mosul menjadi dua kemenangan ISIS terbesar selama ini dan dua kota tersebut
dijadikan sebagai basis operasi pimpinan dan militan ISIS selama ini.

Sejak Mosul jatuh ke tangan ISIS, ribuan orang tewas sementara jutaan orang disebutkan harus meninggalkan tanah kelahiran mereka. Tak hanya kematian, keberadaan ISIS selama ini  menyebabkan banyak keluarga berpisah. Sementara para perempuan dijadikan budak seks dan diperjualbelikan di pasar budak.

Sementara kerugian materi akibat penguasaan ISIS juga belum terhitung banyaknya sanking diduga berjumlah sangat besar. Gedung-gedung di Mosul tak sedikit yang hancur lebur pula robohnya masjid kenamaan dan bersejarah di Mosul, al-Nuri.

Media-media lokal khususnya televisi di Irak menggambarkan babak terakhir pertempuran tentara Irak dengan ISIS. Disebutkan bahwa ISIS sempat menarik diri ke wilayah sungai Tigris pada Minggu dan berusaha menyerang kembali. Sementara sebelumnya, para militan ISIS bersumpah akan mempertahankan Mosul hingga titik darah penghabisan.

Namun pasukan Irak yang diketahui dilatih oleh militer Amerika Serikat memiliki kekuatan yang lebih besar dan terus menekan para teroris tanpa ampun hingga harus angkat kaki dari wilayah Tigris.

Asap membubung tinggi pascaledakan dan baku tembak senjata yang terjadi seharian. Sementara Amerika Serikat juga mengirimkan serangan udara yang makin memojokkan ISIS. Tak lama disebutkan para teroris ISIS tewas, tampak bergelimpangan.

Juru bicara Militer Irak, Brigjen Yahya Rasool kepada stasiun televisi nasional setempat mengatakan bahwa sedikitnya di tepian sungai Tigris, 30 orang anggota ISIS, tewas pada saat mereka berusaha kabur, berenang di
sungai Tigris.

Tak lama setelah deklarasi pembebasan Mosul dari ISIS, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengirimkan ucapan selamat. Dia merasa lega karena riwayat ISIS di Mosul kini tamat sudah. Macron melalui akun Twitter-nya juga menyebutkan bahwa di antara tentara seukutu AS, terdapat prajurit asal Prancis yang sengaja ditugaskan demi misi di Timur Tengah tersebut.

Selain itu, Macron menyatakan bahwa Prancis juga turut andil menyokong pemberantasan ISIS dengan mengirimkan jet-jet tempurnya yang sudah melancarkan hingga 600 kali serangan selama ini ke basis ISIS di Mosul.

“Mosul kini sudah dibebaskan dari Daulah Islamiyah. Salam dari Prancis kepada semua tentara dan orang-orang yang menyumbang peran atas kemenangan ini,” kata Macron sebagaimana dikutip dari laman The
Guardian
.

Selanjutnya...Jejak Kejatuhan

File Not Found