Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 19 Juli 2017 | 05:28 WIB
  • Heboh Putra Jeremy Thomas Babak Belur

  • Oleh
    • Finalia Kodrati,
    • Al Amin,
    • Foe Peace Simbolon
Heboh Putra Jeremy Thomas Babak Belur
Photo :
  • Al Amin/VIVA.co.id
Jeremy Thomas laporkan oknum polisi penyiksa anaknya.
File Not Found

VIVA.co.id – Nama Axel Matthew Thomas mendadak menjadi pusat sorotan. Semua mata tertuju pada pemberitaan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menyebabkan putra pesinetron Jeremy Thomas ini babak belur. Pihak Jeremy menyatakan bahwa anaknya disekap di hotel Kristal, Kemang, Jakarta Selatan, pada Sabtu 15 Juli 2017 malam oleh oknum yang diduga polisi berpakaian preman.

Ayah dua orang anak ini menjelaskan bahwa anaknya dicegat orang yang mulutnya bau alkohol. Ketika itu, kata Jeremy, putranya itu tidak menduga bahwa orang yang mencegatnya adalah oknum polisi, hingga mereka melepaskan tembakan ke udara. 

"Dia (Axel) kabur, dikejar pakai tembakan, dipukulin, dimasukin mobil, dan dia mengaku oknum," kata Jeremy saat ditemui di Jakarta Selatan. 

Tak berhenti sampai di situ, Axel juga ditodong senjata. Axel yang juga sempat bermain di beberapa sinetron ini dipaksa mengaku telah mengonsumsi narkoba. Jeremy menegaskan bahwa putranya tidak terlibat kasus narkoba.

"Saya kasih tahu sekarang, anak saya bukannya ditangkap, bukan ditangkap karena narkoba. Dia diarahkan, dipaksa mengaku. Dia enggak ada bukti-bukti," ujar pria berdarah Pakistan ini.

Sebagai seorang ayah, Jeremy sangat marah, anaknya diperlakukan tidak manusiawi. Jeremy menambahkan bahwa anaknya dihajar delapan orang berpakaian preman. Ia menegaskan bahwa para pria tersebut adalah petugas satuan Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

"Anak saya babak belur berarti tidak manusiawi. Mereka berdalih, jangankan kekerasan fisik, verbal aja enggak boleh. Apa lagi memaksakan kehendak mengakui narkoba, tidak terpuji,"ujar Jeremy saat ditemui di Mabes Polri, Trunujoyo, Jakarta Selatan, Senin, 17 Juli 2017.

Atas tindakan yang tidak menyenangkan itu, Jeremy melaporkan delapan oknum polisi tersebut ke Divisi Propam Mabes Polri dengan pasal berlapis, yakni dugaan penyekapan, pengeroyokan, penganiayaan, pengambilan paksa dan  pencurian.

"Pasal sesuai dengan diterima penyekapan, pengeroyokan, penganiayaan, pengambilan paksa dan pencurian. Hp, ikat pinggang, dan bajunya dilucuti," ucapnya menambahkan.

Dari informasi yang didapat, Axel diduga dihubungi temannya dan diminta datang ke sebuah hotel di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu malam. Di sana, Axel langsung ditangkap oleh beberapa orang berpakaian preman. 

Axel menduga orang-orang tersebut merupakan preman yang tengah mabuk. Dia sempat melarikan diri sebelum akhirnya kembali ditangkap dan disekap di dalam sebuah kamar sekitar empat jam. 

Saat diinterogasi, Axel diduga mendapatkan perlakuan kasar dari para oknum anggota polisi itu. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka memar di bagian kepala, serta cedera di tulang rusuk dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Saat ini, Axel masih dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya dilakukan visum.

Selanjutnya... Melapor ke Propam

File Not Found