Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 21 Juli 2017 | 05:44 WIB
  • Kenali Rubella Si Penyakit Menular Intai Janin

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Adinda Permatasari
Kenali Rubella Si Penyakit Menular Intai Janin
Photo :
  • Pixabay/Ann_San
Ilustrasi vaksin atau jarum suntik.
File Not Found

VIVA.co.id – Rubella akhir-akhir ini menjadi sorotan. Namanya disebut-sebut di media massa, forum-forum media sosial, dan menjadi momok menakutkan bagi ibu-ibu rumah tangga.

Rubella, atau campak Jerman adalah salah satu penyakit menular akibat infeksi yang disebabkan oleh virus rubella yang sering menyerang anak-anak, remaja, terutama membahayakan bagi ibu hamil, karena berdampak cacat hingga kematian pada bayi yang dilahirkan.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Indonesia dilaporkan bahwa terdapat lebih dari 400 kasus rubella yang tercatat pada 2011.

Selain itu, dikatakan juga beban endemi ini cukup tinggi, seperti misalnya di Bandung diketahui ada 63 suspect, 20 di antaranya sudah dipastikan rubella. Di Surabaya, pada 1993-2013, terdapat 93 suspect. Sementara itu, di Yogyakarta, diketahui terdapat 1.419 suspect.

Virus rubella ini dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui partikel air liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk, atau bersin.

Berbagi makanan dan minuman dalam piring, atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika seseorang menyentuh mata, hidung, atau mulut, setelah memegang benda yang terkontaminasi.

Gejala yang ditimbulkan pun terlihat sangat sederhana. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Dr. H. M. Subuh, MPPM mengatakan, meski demikian, virus ini bisa menyebabkan kematian.

"Gejala rubella, memang kelihatan sepele seperti demam, bercak merah, batuk, pilek, konjungtivitis, atau mata merah. Tetapi, komplikasi campak ini yang memberatkan. Dia bisa radang paru, otak, diare berat, radang telinga, dehidrasi hingga menyebabkan kematian," ujar Subuh kepada VIVA.co.id di Gedung Kemenkes beberapa waktu lalu.

Berikutnya, campak Jerman berbeda dengan campak biasa>>>

File Not Found