Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 24 Juli 2017 | 06:10 WIB
  • Masih Banyak Anak Indonesia Belum Dilindungi dan Sejahtera

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Adinda Permatasari,
    • Afra Augesti,
    • Foe Peace Simbolon
Masih Banyak Anak Indonesia Belum Dilindungi dan Sejahtera
Photo :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
Seorang anak jalanan terjaring razia petugas di Blok M, Jakarta, beberapa waktu silam. Masih banyak anak di Indonesia yang hidup di tengah kemiskinan dan belum dilindungi.
File Not Found

VIVA.co.id – Di negeri ini, setiap tanggal 23 Juli menjadi peringatan Hari Anak Nasional. Hal ini menyesuaikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.

Maka, sudah 33 tahun Indonesia rutin merayakan Hari Anak Nasional. Namun, faktanya, masih banyak anak yang hidup di tengah kemiskinan dan rentan jadi korban kekerasan dan eksploitasi.

Masalah sosial, sulitnya dapat pendidikan yang layak, hingga masalah kekerasan pornografi atas anak pun menjadi masalah terus-menerus yang sulit sekali dientaskan. Pemerintah, melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), belum maksimal memenuhi hak-hak dasar anak.

Kendala itulah yang disorot oleh masyarakat, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat. "Hak dasar anak berkaitan dengan hak anak dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan hak perlindungan yang maksimal," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Malik Harmain, kepada VIVA.co.id, Minggu, 23 Juli 2017.

Masalah dana lagi-lagi menjadi kendala klasik. Anggaran minim sebesar Rp700-an miliar yang dialokasikan pemerintah untuk KPPPA belum memadai untuk melindungi serta memenuhi hak dasar anak.

Persoalan terkait anak yang banyak namun tak disertai alokasi anggaran pendukung menambah masalah klasik. Sorotan lain masih rendahnya keseriusan pemerintah daerah yang punya Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak.

"Begitu juga APBD yang disediakan pemda untuk memenuhi hak anak terutama hak perlindungan dari kekerasan dan kejahatanb seksual masih sangat terbatas," tutur Malik, yang merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa.

Di satu sisi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan perlindungan anak sudah mengalami peningkatan. Namun, kasus pelanggaran atas anak saat ini masih tetap kompleks. Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi catatan serius dengan angka yang mengalami fluktuasi.

"Tren kasus pelanggaran anak mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, pada 2014 mencapai 5.066 kasus, 2015 sebanyak 4.309 kasus dan 2016 menjadi 4.620 kasus," kata Ketua KPAI, Asrorun Ni'am Soleh, Minggu 23 Juli 2017.

Selanjutnya...Perppu Belum Mempan

File Not Found