Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 3 Agustus 2017 | 06:27 WIB
  • Membatasi Kecerdasan Buatan

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Lazuardhi Utama,
    • Mitra Angelia
Membatasi Kecerdasan Buatan
Photo :
  • www.pixabay.com/PIRO4D
Ilustrasi kamera kecerdasan buatan
File Not Found

VIVA.co.id – Peneliti kecerdasan buatan, atau artificial intelligence di Facebook cukup kaget dengan karya mereka. Mereka membuat mesin pintar, yang ternyata malah ‘melenceng’ dari kendali mereka.

Musababnya, peneliti kecerdasan buatan Facebook mengembangkan program yang membuat mesin yang bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Penerapan kecerdasan buatan ini berjalan mulus dalam mode daring. Namun, saat menerapkannya dalam mode offline, ternyata kecerdasan buatan mereka tak menggunakan bahasa Inggris. 

Peneliti Facebok, akhirnya mematikan program kecerdasan buatan mereka. Ciptaan mereka menyimpang dari sang penciptanya. Fenomena kecerdasan buatan yang melawan pelatihnya itu, setidaknya menjadi wajah lain dari teknologi yang makin berkembang tersebut. 

Kecerdasan buatan memang di satu sisi, memudahkan manusia dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari melakukan pencarian di internet, pemetaan di internet, bantuan suara sampai mobil, atau perangkat yang berjalan tanpa secara otomatis. 

Untuk penerapan sudah ada sederatan manfaat kecerdasan buatan. Microsoft misalnya menggunakan teknologi ini untuk berupaya mematikan kanker. Dalam program yang dikembangkan Microsoft, mirip dengan super komputer IBM, Watson Onkology.

Dalam program yang digagas Microsoft, program bakal menganalisis informasi kesehatan pasien dan data riset ilmuwan. Penyaringan data itu dilakukan dengan mesin pembelajaran dan proses bahasa alami.

Selain analisis data pasien, Microsoft juga akan melibatkan komputer dalam radiologi untuk mencatat perkembangan kanker dari waktu ke waktu. Proses analisis kanker itu disebutkan seperti membuat kode dalam program komputer.

Manfaat lainnya, bisa dipetik oleh Apple dan IBM. Kolaborasi kedua perusahaan teknologi ini menerapkan kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan. Misi sosialnya, yakni ingin menyelamatkan manusia. 

Untuk mewujudkan program itu, IBM bersama Apple akan melibatkan Medtronic, Johnson and Johnson dan superkomputer IBM, Watson, untuk mengumpulkan data kesehatan pada perangkat pintar. 

Program perusahaan tersebut mengambil momentum masifnya adopsi ponsel pintar, perangkat kebugaran maupun produk sandangan (wearable). IBM dan Apple bisa mengumpulkan informasi kesehatan tersebut dan kemudian mengirimkan pengolahan data kepada pasien, profesional medis dan penyedia layanan kesehatan. 

Selanjutnya, mesin kecerdasan buatan melawan>>>

File Not Found